Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI ‘ Ketua Forum Bank Sampah Tambun Utara, Nuri Kusnianto, mengaku kecewa terhadap PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) yang dinilai tidak menepati komitmen dalam penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Forum Bank Sampah Tambun Utara.
Baca Juga:
Kekecewaan tersebut disampaikan setelah bantuan yang sebelumnya dijanjikan secara lisan disebut tidak pernah direalisasikan kepada pihak Forum Bank Sampah.

Berdasarkan dokumen notulen rapat perencanaan program CSR yang berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025 di Ruang Sekretaris Camat Tambun Utara, rapat tersebut dihadiri oleh unsur Kecamatan Tambun Utara, perwakilan PT MBK, serta pengurus Forum Bank Sampah.
Dalam pembahasan rapat tersebut, PT MBK merencanakan pemberian bantuan CSR yang diperuntukkan bagi Forum Bank Sampah Tambun Utara.
Dalam notulen rapat tersebut juga tercatat bahwa Forum Bank Sampah mengusulkan bantuan berupa mesin pencacah serta keranjang sampah, dengan sasaran penerima adalah unit-unit Bank Sampah yang berada di setiap desa di wilayah Kecamatan Tambun Utara.

Bahkan, penyaluran bantuan tersebut direncanakan akan dilakukan melalui kegiatan seremonial yang menunggu kepastian dari pihak PT MBK.
Namun, menurut Nuri Kusnianto, realisasi program tersebut tidak berjalan sebagaimana hasil pembahasan rapat.
“Kami dijanjikan akan diberikan enam buah keranjang sampah dan tong sampah sebagai bagian dari program CSR MBK tahun ini,” ujar Nuri saat ditemui di Cafe Guyub, Tambun Utara, Jumat (9/7/2026).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini bantuan yang dijanjikan tersebut tidak pernah diterima oleh Forum Bank Sampah Tambun Utara.
Sebaliknya, bantuan itu justru akan disalurkan langsung ke sejumlah desa, yakni Desa Satria Mekar, Srimahi, Satria Jaya, Jejalen Jaya, Karang Satria, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur.
“Entah mengapa janji MBK melalui Tantri untuk memberikan CSR berupa keranjang dan tong sampah kepada Forum Bank Sampah tidak dipenuhi. Justru bantuan tersebut akan dan sudah diberikan langsung kepada sejumlah desa”, ungkapnya.
Lanjut Nuri, Kami mendapat informasi bahwa hal itu diduga atas arahan salah satu staf PMD Kecamatan Tambun Utara berinisial F. Apabila informasi tersebut benar, maka tindakan tersebut sangat tidak profesional dan tidak menghargai Forum Bank Sampah sebagai pihak yang pertama kali dijanjikan menerima bantuan CSR dari MBK,” tegas Nuri.
Menurutnya, Forum Bank Sampah selama ini telah aktif mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah Tambun Utara sehingga berharap adanya konsistensi dan transparansi dari perusahaan dalam menyalurkan program tanggung jawab sosialnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK), termasuk perwakilan perusahaan yang disebut dalam pertemuan tersebut tidak menjawab konfirmasi dari redaksi melalui nomor WhatsApp Tantri Jum’at 10/07/2026.
Sementara itu Sekcam Kecamatan Tambun Utara berjanji akan melakukan Croschek terhadap staf PMD yang namanya disebut dalam pernyataan Ketua Forum Bank Sampah.
Staff PMD Fadli mendatangi kantor Media Warta Nasional dan memberikan keterangan resmi terkait mekanisme distribusi keranjang dan tong sampah dari BMK.
“Saya tidak ikut campur dalam distribusi keranjang dan tong sampah, BMK sendiri yang menyerahkan keranjang dan tong sampah ke Desa, teman – teman forum jangan salah faham dalam hal ini” , terangnya Sabtu 11/07/2026.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

















