Reporter : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | Tual ‘ Masyarakat Kecamatan Tayando Tam (KKT) kota Tual, yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT) melakukan penyegelan SD Negeri 25 di desa Tam Ngurhir, kec Tayando Tam kota Tual, sabtu (16/5/26) pada pukul 08:30 WIT.
Koordinator, Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT) kota Tual, Insani Letsoin, ketika di konfirmasi Media Warta Nasional (MWN) minggu siang (17/5), melalui pesan WhatShap, membenarkan aksi penyegelan yang di lakukan oleh Sempat Kota Tual.
“Iya benar kemarin saya dan teman – teman aliansi yang kami namakan Semppat segel sd kami, karena semua pihak tidak peduli dengan sekolah di desa kami,” ungkap Letsoin.
Insani Letsoin, mengatakan aksi yang di lakukan oleh Semppat, karena pihak masyarakat desa Tam Ngurhir dan para guru sudah merasa kecewa dengan kinerja kepala sekolah (Kepsek) SD Negeri 25 kota Tual di
desa Tam Ngurhir, Siti Aisa Rahakbauw yang sudah 1 tahun tidak masuk sekolah, sejak di lantik menjadi kepek SD Negeri 25 kota Tual, tanggal 17 Mei 2025 hingga saat ini.
“Jadi semua pihak di desa Tam Ngurhir itu kecewa dengan prilaku kepsek yang sudah satu tahun tidak masuk sekolah sejak di lantik tahun lalu mei 2025 sampai sekarang ini,” kata Insani.
Menurut kordinator Semppat, Insani Letsoin, pihaknya. bersama masyarakat telah bersepakat untuk menolak Kepsek SDN 25 kota Tual Siti Aisa Rahakbau,dengan alasan
kepala sekolah tidak hadir disekolah (indisipliner) dan tidak menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan baik, serta mengabaikan tanggung jawab administratif dan oprasional sekolah selama 1 tahun serta yang bersangkutan telah melanggar Permendikdasmen no. 7 tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah bab V pada huruf f.
“Kami dari semppat dam warga telah sepakat untuk menolak kepsek sd negeri 15,karena tidak melaksanakan tugas selama 1 tahun, baik sebagai kepsek dan seorang guru asn,” ungkap Letsoin.
Insani Lerosin, menambahkan masalah ketidakhadiran kepsek SDN 15 kota Tual Siti Aisa Rahakbauw, sudah di ketahui oleh Camat kecamatan Tayando Tam (KKT), Saleh Rahareng dan kepala dinas pendidikan kota Tual, M. Zein Nuhuyanan,S.Ag, M.Si sejak tahun 2025 lalu, dan berjanji kepada warga KTT, untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun hingga harii ini minggu (17/5) genap satu (1) tahun masalah ini tidak bisa di selesaikan oleh Camat KTT Saleh Rahareng dan Kepala dinas Pendidikan. Kota Tual, M.Zein Nuhuyanan, S.Ag., M.Si.
“Masalah ini camat dan kadis sudah tau, mereka janji akan cepat selesaikan masalah ini, hari ini minggu (17/5) genap satu tahun, janji tinggal janji tidak ada hasil,” kesal Letsoin.
Kata Letsoin, lebih parah lagi Pimpinan dan Anggota DPRD kota Tual yang selalu. melakukan reses dan pengawasan di Kecamatan Tayando Tam (KTT), khususnya dapil II kota Tual, telah menemukan masalah ketidakhadiran Kepsek SDN 15 kota Tual ini, dan telah berjanji akan menyelesaikan masalah ini. namun hingga saat ini, janji Pimpinan dan Anggota DPRD kota Tual itu, tidak pernah di laksanakan, terbukti hingga bulan. Mei 2026 kepsek belum pernah masuk sekolah, untuk melaksanakan tugasnya atau ada upaya pergantian. Kepsek yang baru, di SDN 25 kota Tual. Namum itu juga tidak di lakukan oleh pimpinan dan anggota DPRD kota Tual.
“Warga kecamatan tayando tam, bingung dan heran juga kalau camat dan kadis tidak mau urus, coba wakil rakyat kita. punya kepedulian untuk urus, sama saja hanya janji tinggal janji perlente jalan terus kepada kami,” tegas Letsoin.
Untuk itu, Kordinator, Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT) kota Tual, Insani Letsoin memberikan waktu kepada Camat KTT, Saleh Rahareng dan Kepala dinas Pendidikan. Kota Tual, M.Zein Nuhuyanan, S.Ag. M.Si, dalam jangka waktu 3X24 jam, Kepsek SDN 25 di desa Tam Ngurhir, kec Tayando Tam kota Tual, sudah ada pergantian yang baru, apabila belum ada kepek baru, maka dirinya meminta kepada walikota Tual Akhmad Yani Renuat, untuk segera mengevaluasi kinerja Camat KTT dan Kadis Pendidikan. Kota Tual, dan apabila kinerjanya tidak bagus, seharusnya di copot dari jabatannya.
“Kami kasih waktu kepada pa camat dan kadis, selama tiga (3) hari untuk selesaikam. masalah ini dan apabila tidak ada hasil kami minta walikota copot dari jabatannya,” kata Letsoin.
Bahkan Letsoin. mengancam pihaknya akan melakukan aksi demo, untuk memperjuangkan masalah pendidikan di kecamatan Tayando Tam.
“Masalah ini tidak di selesaikan kami warga ktt demo di kantor walikota tual, dprd, dan dinas pendidikan,” ancam Letsoin.














