Reporter : Bunga
Editor : Wiratno
MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan otak terus dilakukan Poltekkes Kemenkes Jakarta III melalui kegiatan Bina Wilayah di RW 05, Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “Peningkatan Kesehatan Otak dari Kehamilan hingga Lansia”, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 183 warga RW 05 Penggilingan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif menjaga kesehatan sejak dini.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Boval Juliansyah, S.STP., selaku Lurah Penggilingan. Ia menilai program kesehatan yang menyentuh masyarakat secara langsung memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan.
Menurutnya, kehadiran Poltekkes Kemenkes Jakarta III melalui kegiatan Bina Wilayah merupakan hal yang patut diapresiasi. Kolaborasi yang terjalin dengan masyarakat diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan kesehatan warga di wilayah Penggilingan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Kita harus berterima kasih karena Poltekkes Kemenkes Jakarta III terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada warga,” ungkap Lurah Penggilingan.
Apresiasi serupa disampaikan dr. Putri, Pustu Penggilingan. Ia mengungkapkan bahwa edukasi mengenai kesehatan otak perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini.
Ia juga terus mengingatkan warga bahwa menjaga kesehatan otak merupakan bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan otak tidak hanya diperlukan ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otak. Edukasi seperti ini sangat membantu karena masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pemahaman secara langsung,” ujar dr. Putri.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Poltekkes Kemenkes Jakarta III, pemerintah wilayah, Puskesmas Penggilingan, LMK RW, pengurus RW, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Pak Suripno, Pak RT 19 RW 05 Penggilingan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam penguatan pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat.
Kesehatan otak dalam kegiatan ini dipandang sebagai aspek yang perlu diperhatikan sepanjang perjalanan kehidupan manusia. Pemeliharaannya tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit, tetapi juga dimulai melalui berbagai upaya sejak masa kehamilan hingga usia lanjut.
Edukasi mengenai gizi, aktivitas fisik, stimulasi, pola hidup sehat, serta pengenalan faktor risiko menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan otak.
Penanggung Jawab Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Liza Laela Abida, S.Tr.Kes., MKM., yang hadir mewakili Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, mengatakan bahwa kegiatan Bina Wilayah merupakan bagian dari kesinambungan kerja sama dan kedekatan institusi dengan masyarakat.
“Poltekkes Kemenkes Jakarta III sudah hadir dan berkolaborasi dengan masyarakat di wilayah ini selama kurang lebih lima tahun. Karena itu, kegiatan Bina Wilayah ini tidak hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun hubungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Liza.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan di wilayah binaan menjadi penting agar kehadiran perguruan tinggi tidak berhenti pada pemberian edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi proses pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan setempat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, dosen dan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di lingkungan akademik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berbagai kelompok usia menjadi perhatian dalam pendekatan kesehatan otak yang diterapkan. Pada masa kehamilan, perhatian diarahkan pada kesehatan dan pemenuhan gizi ibu. Pada anak, stimulasi dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang menjadi hal penting.
Sementara pada usia dewasa, penerapan gaya hidup sehat serta pengendalian faktor risiko perlu dilakukan. Adapun pada kelompok lansia, aktivitas fisik, sosial, dan kognitif menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi serta kualitas hidup.
Pemilihan kesehatan otak sebagai fokus kegiatan juga selaras dengan arah pengembangan Poltekkes Kemenkes Jakarta III yang menjadikan kesehatan otak sebagai salah satu bidang unggulan institusi. Pengembangan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari edukasi dan pencegahan hingga deteksi dini serta intervensi terhadap permasalahan kesehatan otak pada berbagai kelompok usia.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran 183 warga RW 05 Penggilingan. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan sekaligus kebutuhan akan informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Bina Wilayah ini, Poltekkes Kemenkes Jakarta III berkomitmen untuk terus memperluas kontribusi pendidikan tinggi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Kolaborasi dengan pemerintah wilayah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus diperkuat sehingga upaya menjaga kesehatan otak dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Otak Sehat, Hidup Berkualitas, Masyarakat Produktif.


Tinggalkan Balasan