Reporter : Jecko Poetnaroeboen

Editor : Wiratno

 

 

MEDIA WARTA NASIONAL | MALUKU TENGGARA – Para pasein yang mendatangi Rumah Sakit Umum (RSU) Karel Sadsuitubun Langgur, kabupaten Maluku Tenggara (Malra) baik itu pasein rawat jalan maupun rawat nginap dikejutkan dengan sejumlah pegawai RSU KS.Langgur yang tergabung dalam promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Karel Sadsuitubun Langgur – Malra, mendatangi ruang tunggu tempat pendaftaran pasein dan ruang tunggu pasein polik dalam dan polik saraf RSU K.S Langgur, dengan membawah salon dan mick untuk melakukan sosialisasi tentang Kesehatan yaitu cara mencuci tangan yang baik kepada para pasein dan keluarganya,
Kamis pagi (17/9/26).

Pantauan Media Warta Nasional (MWN) di RSU K.S.Langgur,salah satu pembicara sosialisasi Rika Leunupun yang melakukan sosialisasi dengan langsung praktek cara cuci tangan dan batuk yang benar dan baik di depan para pasein.

Rika Leunupun mengatakan, bahwa kenapa orang harus mencuci tangan ? karena tangan merupakan media utama penyebaran berbagai organisme/kuman penyakit dan merupakan kegiatan sederhana namun dapat menghindari dari berbagai penyakit.

Rika menambahkan, masalah kesehatan untuk mencuci tangan dan batuk,yang baik dan bersih sangat penting untuk diketahui oleh para pasein dan keluarganya dalam aktivitas kehidupannya sehari – hari.

“Ingat bahwa kesehatan itu sangat penting dan cara menular satu penyakit itu juga melalui tangan kita yang selalu kotor dan harus di bersihkan terlebih dahulu,” pesan Rika.

Dalam sosialisasi, Rika Leunupun menyampaikan, ada enam (6) cara penting yang harus di lakukan oleh setiap orang untuk mencuci tangan yaitu mencuci tangan Sebelum makan Sehabis buang air besar, Sebelum menyusui, Sebelum menyiapkan makanan, setelah bersentuhan dengan hewan dan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah.

“Kita harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 40 – 60 detik atau dengan senitizer /alkohol 20-30 detik,” pesan Rika.

Rika menegaskan juga ada 6 langkah untuk mencuci tangan yang benar dan bersih yaitu:

1). Tuangkan sabun atau hand senitizer alkohol ke telapak tangan ratakan pada kedua telapak tangan sebnyak 4 kali.

2). Ratakan pada kedua telapak tangan sebnyak 4 kali.

3). Telapak kanan diatas punggung telapak kiri dengan jari-jari saling menyilang dan gosok sebanyak 4 kali, dan lakukan sebaliknya.

4). Gosok kedua telapak tangan, jari-jari saling menyilang senamayak 4 kali.

5). Punggung jari-jari pada telapak tangan berlawanan dengan jari-jari saling mengunci gosok 4 kali.

6). Genggam ibu jari tangan kiri., gosokkan dengan memutar sebanyak 4 kali, dan lakukan sebaliknya.

“Kami lakukan sosialisasi dan edukasi kepada pasein keluarganya 6 langkah cuci tangan dan etika batuk yang baik dan benar,” tegas Rika.

Bidan Rika Leunupun setelah sosialisasi, kepada Media Warta Nasional (MWN) kamis (17/9), mengatakan tujuan dari sosialisasi oleh tim promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Karel Sadsuitubun Langgur,yang di pimpin oleh Ketua PKRS RSU Karel Sadsuitubun Langgur dr. Yati Etwiory Sp.THT.KL yaitu; a). Mengubah Perilaku: dengan membentuk,pengetahuan sikap dan perilaku hidup bersih serta sehat (PHBS), b). Mempercepat Penyembuhan: dengan membantu pasien dan keluarga memahami proses pengobatan agar pemulihan lebih optimal, c). Mencegah Penyakit: Mencegah timbulnyav kembali penyakit atau komplikasi serta menularkan kesadaran preventif kepada orang sehat. d). Kemandirian Kesehatan dengan membuat masyarakat di lingkungan rumah sakit mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan mereka.

“Ada empat tujuan dari sosialisasi tim promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Karel Sadsuitubun Langgur, yaknk dapat mengubah perilaku, mempercepat penyembuhan serta mencegah penyakit dan Kemandirian Kesehatan”

Sosialisasi ini juga mendapat respon dari sejumlah pasein, seperti pasein polik dalam, bapak Ali kepada MWN rabu (17/9) mengatakan, bahwa dirinya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para pegawai RSU K.S Langgur, yang telah memberikan sosialisasi kesehatan tentang cara mencuci tangan dan etika batuk yang baik dan benar.

Ali minta agar sosialisasi ini, jangan berhenti, tapi terus melakukan sosialisasi kesehatan dengan jenis penyakit yang lain dengan cara waspada atau mengatasi, sehingga masyarakat dapat memahami dan mengerti serta melaksanakannya.

“Saya sebagai pasein dr mita beri jempol dan bagus cara.ini supaya katong mengerti, kalau bisa jangan hari ini saja, tapi terus buat dengan penyakit yang berbeda,” ungkap Ali.