Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA – Pesan tegas mengenai pentingnya pemberantasan korupsi kembali disampaikan DR. John N. Palinggi, MM., MBA. Ia menekankan agar masyarakat tidak memberikan dukungan kepada pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
Menurut John N Palinggi, pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen bersama, baik dari pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat. Pengawasan publik dan peran media massa juga dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan pengelolaan keuangan negara berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Sebagai pemerhati bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, John Palinggi mengatakan bahwa hingga saat ini dirinya masih mengabdikan pengetahuan dan pengalamannya untuk kepentingan negara. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan menyebut Tito Karnavian sebagai salah satu muridnya ketika mengikuti pendidikan di Lemhannas.
“Saya mengajar di Lemhannas, Tito Karnavian adalah salah satu murid saya di Lemhannas. Saya juga sering memberikan seminar di Kementerian Pertahanan,” kata John.
Dalam kesempatan tersebut, John N Palinggi turut menyampaikan pandangannya mengenai persoalan yang terjadi di Papua. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan Ketua Sinode dan menyampaikan pandangan bahwa gejolak di Papua, menurutnya, tidak terlepas dari campur tangan pihak asing.
John menilai penyelesaian persoalan Papua dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih berkeadilan, terutama dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, Papua perlu diperlakukan secara setara dengan wilayah lain di Indonesia, termasuk dalam hal pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam.
“Perlakukan Papua seperti Pulau Jawa. Jangan biarkan orang Papua hanya makan sagu sementara kekayaan alam Papua dieksploitasi habis-habisan oleh pemerintah pusat,” ujarnya dalam sebuah podcast.
Lebih lanjut, John Palinggi menegaskan bahwa persoalan kepercayaan di Papua tidak semestinya menjadi hal yang dipersoalkan. Menurutnya, pendekatan terhadap masyarakat Papua harus mengedepankan prinsip keadilan, khususnya melalui peningkatan kesejahteraan dan penguatan sektor ekonomi.
“Jangan utak-atik persoalan kepercayaan di Papua. Perlakukan mereka dengan adil dari sektor ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya kontribusi Papua terhadap perekonomian nasional melalui sektor pertambangan. Menurut John, pemerintah Indonesia perlu memberikan apresiasi terhadap masyarakat Papua atas kontribusinya terhadap pemerintah pusat dan perekonomian nasional.
Lebih jauh, John menyampaikan pandangannya bahwa ketika negara dinilai tidak memberikan perlakuan yang adil kepada Papua, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang, menurut klaimnya, memperoleh pembiayaan dari pihak asing untuk membangun narasi negatif terhadap TNI dan Polri. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membentuk opini bahwa pemerintah pusat menganaktirikan Papua.
Karena itu, John menekankan pentingnya membangun kembali komunikasi, memperbaiki hubungan bilateral dengan negara-negara asing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Menurut dia, kombinasi langkah tersebut merupakan bagian dari solusi untuk menghadapi persoalan Papua yang hingga kini masih bergejolak.
“Bangkitkan komunikasi, perbaiki hubungan bilateral dengan negara asing dan sejahterakan masyarakat Papua. Itulah solusi untuk mengatasi Papua yang saat ini bergejolak,” pungkas John Palinggi.
Sementara itu, sikap John Palinggi mengenai persoalan korupsi sebelumnya juga pernah disampaikan dalam berbagai kesempatan. Dalam pemberitaan Tajuknews pada 2019, Ia menekankan pentingnya menjaga uang negara serta mendukung upaya pemberantasan korupsi.
Pesan tersebut pada prinsipnya menempatkan pemberantasan korupsi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kepentingan negara dan masyarakat. Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi, disertai pengawasan publik dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan, dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola negara yang akuntabel.

Tinggalkan Balasan