Reporter : Lambas
Editor : Rahmah
MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Pelaksanaan pembangunan Program Kampung Dayeuh Pajajaran oleh Pemerintahan Desa Tajurhalang, saat ini sedang berjalan hampir mencapai 60 persen yang didanai dari Bantuan Keuangan Khusus Akselarasi Pembangunan Perdesaan tahun 2026 Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tajurhalang, Saipudin disela-sela pelaksanaan dilokasi pembangunan Kampung Dayeuh Pajajaran di Kampung Kandang, Kecamatan Tajurhalang, Rabu (4/11).
Pada kesempatan yang sama, Kades menjelaskan bahwa program ini didanai oleh Bantuan Keuangan Akselarasi khusus pembangunan Perdesaan tahun 2026, yang didapat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
“Besarnya dana yang digelontorkan untuk pembangunan Kampung Dayeuh Pajajaran sebesar 300 juta rupiah, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan tentang penggunaan anggaran,” Jelas Kades.
Kades juga menambahkan bahwa program kampung Dayeuh Pajajaran merupakan program yang digagas oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto melalui Bantuan Keuangan. Dimana program ini bertujuan untuk menata kawasan dan pembentukan kampung wisata berbasis kearifan lokal Sunda.
“Adapun tujuan dan konsep dari program ini adalah pelestarian budaya melalui menghidupkan kembali identitas dan warisan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman. Serta menata lingkungan melalui mempercantik dan menata wajah desa serta kawasan permukiman agar lebih indah, bersih, dan teratur,” Tambah Saipudin.
Dan terintegrasi dengan program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).
Kades Tajurhalang juga menjelaskan Wujud Fisik dan Kegiatan dari Kampung Dayeuh Pajajaran, seperti
membangun gapura bercorak khas Sunda,
membangun pos keamanan lingkungan (poskamling) tradisional serta pagar dan ornamen dari bambu, dan
pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), serta pengecatan marka jalan, dan penataan sisi jalan.
“Tidak hanya sampai disitu program Kampung Dayeuh Pajajaran pun fokus pada pengelolaan sampah organik dan non-organik (seperti biopori ember dan biopori jumbo) serta rencana budidaya maggot. Dan
melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal,” Ungkap Kades.
“Semoga dengan berjalannya Program ini, diharapkan mampu membawa dampak langsung terhadap masyarakat dan tentunya mampu meningkatkan perekonomian dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tajurhalang,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan