Oleh : Redaksi 

 

 

MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA ‘ Kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak menggunakan internet, pelaku UMKM dituntut mampu memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran, promosi, serta pengembangan jaringan usaha.

Melihat kebutuhan tersebut, Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) menggelar pelatihan digital marketing dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HIPNUSA DKI Jakarta. Kegiatan ini menampilkan dua pemateri, yakni Coach Akbarudin dan Coach Ibnu Sholihin, yang memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan media sosial dan berbagai media online untuk mendukung aktivitas pemasaran UMKM.

Menurut Ketua Umum (Ketum) HIPNUSA M. Aditya Prabowo, SH., Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen HIPNUSA dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. HIPNUSA menilai bahwa kemampuan menghasilkan produk berkualitas perlu diimbangi dengan keterampilan memasarkan produk secara digital, sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan pemasaran konvensional.

Dalam pelaksanaannya, Coach Akbarudin dan Coach Ibnu Sholihin memberikan materi secara bertahap mengenai penggunaan media sosial sebagai instrumen pemasaran. Peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah membangun identitas usaha di platform digital, membuat akun bisnis, menentukan target konsumen, menyusun materi promosi, hingga mengembangkan konten yang menarik dan relevan dengan produk yang ditawarkan.

Materi pelatihan juga membahas bagaimana pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform online untuk memperluas jangkauan pemasaran. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi dalam mengelola media sosial, teknik menyampaikan informasi produk, membangun interaksi dengan calon pelanggan, serta memanfaatkan konten digital untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan.

Kepada awak media Akbarudin menerangkan, bahwa media sosial bukan sekadar tempat untuk mengunggah foto atau membagikan aktivitas sehari-hari. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif bagi pelaku UMKM, termasuk usaha yang memiliki keterbatasan modal untuk melakukan promosi secara konvensional, katanya Minggu 01/11/2026 usai memberikan paparan di Hotel kawasan Jakarta.

Sementara itu, Coach Ibnu Sholihin menekankan pentingnya pemahaman teknis agar pelaku UMKM tidak hanya mengetahui manfaat teknologi digital, tetapi juga mampu mengoperasikannya secara mandiri. Ibnu menekankan bahwa; pelaku usaha perlu memahami tahapan penggunaan platform digital, mulai dari membangun profil bisnis, menentukan konsep komunikasi pemasaran, membuat konten, hingga mengevaluasi respons pasar terhadap promosi yang dilakukan.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing. Pelatihan ini juga memberikan perspektif bahwa pemasaran digital tidak harus selalu dimulai dengan biaya besar. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform yang tersedia dengan strategi yang sesuai kemampuan dan karakteristik produknya.

Kegiatan pelatihan digital ini sejalan dengan arah pengembangan HIPNUSA yang ingin membangun ekosistem pengusaha yang adaptif, produktif, dan memiliki daya saing. Organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan jaringan bisnis, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anggotanya untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perubahan dunia usaha.

Melalui program Akademi Entrepreneur HIPNUSA, penguatan kapasitas digital diharapkan menjadi salah satu kompetensi penting yang terus dikembangkan. HIPNUSA ingin mendorong semakin banyak pelaku UMKM memahami teknologi, mengoptimalkan media sosial, dan memanfaatkan media online sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis.

Kedepan HIPNUSA akan terus menggelar pelatihan semacam ini secara berkelanjutan melalui program pendidikan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas usaha di tingkat wilayah maupun daerah. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan digital dan menerapkannya dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Transformasi digital menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi UMKM Indonesia. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu menjadi bagian dari proses pengembangan usaha agar produk lokal semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar lebih luas, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi digital.