Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | BELITUNG ‘ Dugaan aktivitas sindikat pencurian kabel bawah laut di wilayah pesisir Kabupaten Belitung kembali mencuat. Seorang nelayan mengaku kerap menyaksikan komplotan yang diduga melakukan pemotongan kabel bawah laut di tengah laut, kemudian menyeretnya ke daratan untuk dikuliti dan diambil logamnya.
Baca Juga:
Pengakuan tersebut disampaikan Sopian, seorang nelayan di Kabupaten Belitung. Kepada media ini, ia mengaku beberapa hari lalu melihat langsung aktivitas para terduga pelaku di kawasan pesisir yang jauh dari permukiman warga.
“Beberapa hari yang lalu saya melihat komplotan terduga pelaku pencurian kabel bawah laut beraktivitas. Mereka terang-terangan menguliti kabel bawah laut yang sebelumnya dipotong di tengah laut, lalu diseret ke darat menggunakan perahu motor,” ujar Sopian, Selasa (30/6/2026).
Menurut Sopian, aktivitas tersebut diduga bukan baru kali ini terjadi. Ia menilai kelompok tersebut sudah cukup lama beroperasi dan seolah tidak tersentuh hukum.
“Mereka sudah lama beraktivitas, Sampai sekarang belum pernah ditangkap. Mungkin belum terpantau oleh aparat penegak hukum,” katanya.
Sopian mengungkapkan, dirinya bersama nelayan lainnya memilih tidak melaporkan secara langsung kepada aparat karena khawatir akan keselamatan mereka. Menurutnya, para nelayan takut menjadi sasaran apabila identitas mereka diketahui.
“Kami tidak berani melapor karena takut dengan keselamatan kami. Kami hanya bisa berharap aparat mengetahui dan menindak mereka,” ucapnya.
Ia berharap informasi yang disampaikan melalui media dapat menjadi perhatian aparat penegak hukum. Menurutnya, jika praktik tersebut terus dibiarkan, kerugian yang ditimbulkan berpotensi sangat besar.
“Kami tidak tahu kabel itu milik negara atau perusahaan. Yang jelas kalau dicuri terus, tentu sangat merugikan. Kami berharap aparat segera turun tangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, para pelaku diduga bukan warga asli Belitung, melainkan pendatang dari luar daerah. Sumber juga menyebut kelompok tersebut diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial KS yang disebut berasal dari Jakarta.
Meski demikian, informasi mengenai identitas terduga pelaku maupun dugaan adanya koordinator berinisial KS masih sebatas keterangan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebutkan.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber di lapangan, logam yang berasal dari kabel bawah laut diduga memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasar gelap. Sumber menyebut harga logam tersebut bisa mencapai sekitar Rp90.000 per kilogram.
Bahkan, dalam sekali operasi, komplotan tersebut diduga mampu membawa hasil hingga 20 ton kabel yang kemudian diambil logamnya. Jika informasi itu benar, nilai ekonomi yang diperoleh sindikat tersebut diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar dalam satu kali operasi.
Besarnya nilai ekonomi dari hasil penjualan logam tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat praktik pencurian kabel bawah laut terus terjadi.
Namun demikian, media ini belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran informasi mengenai harga jual maupun jumlah hasil yang diperoleh para pelaku. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap jaringan pelaku, memutus rantai penjualan logam hasil dugaan pencurian, serta mencegah kerugian negara yang lebih besar. [Red]

















