Reporter : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | TUAL ‘ Menanggapi penyegelan SD negeri 25 kota Tual, di desa Tam Ngurhir, Kec Tayando Tam (KTT) kota Tual, sabtu (16/5) pada pukul 08:30 WIT, oleh Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT).
Kepala sekolah (Kepsek) SD negeri 25 kota Tual, Siti Aisa Rahakbau mengatakan bahwa dirinya tidak hadir di SDN 25 kota Tual yang berada di desa Tam Ngurhir, selama 1 tahun setelah di lantik definitif sebagai kepsek, tanggal 17 Mei 2025 itu benar, namun ketidakhadiran dirinya untuk melaksanakan tugas sebagai, kepsek di SD N 25 kota Tual bukan karena malas, tetapi karena pemerintah desa Tam Ngurhir, para guru, dan Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT), yakni telah melakukan penolakan terhadap dirinya sebagai kepsek, dengan melakukan penyegelan SD N 25 kota Tual, pada tanggal 19 Mei 2025.
“Benar saya tidak ke sekolah setelah dilantik sebagai kepsek, bukan karena malas atau alasan lain, tetapi karena di tolak oleh pihak desa, guru, warga, dengan aksi segel sekolah dua hari setelah dilantik,” tegas Rahakbau.
Kepsek Siti Aisa Rahakbau , menambahkan dirinya sebagai seorang ibu guru, dengan adanya penolakan tentu merasa takut dan tidak aman, untuk masalah keamanan terhadap dirinya, serta tidak mau membuat masalah di masyarakat, sehingga ia mengambil sikap diam dan tidak ke sekolah, serta melaporkan masalah tersebut ke Kepala dinas pendidikan Kota Tual, M. Zein Nuhuyanan, S.Ag., M.S saat itu.
“Ya sebagai seorang ibu dengan penolakan, ancaman di medsos dan Sekolah di segel, tentu rasa takut itu ada , tapi saya diam dan laporkan masalah tersebut ke pa kadis,” jelas Rahakbau.
Kata Kepsek, Siti Aisa Rahakbau dirinya secara fisik tidak hadir di sekolah,namun seluruh administrasi sekolah maupun murid, dirinya melaksanakan semuanya ,di bawah oleh bendahara ke rumahnya dan ia menandatangani dan Cap , serta mendukung pelaksanaan Akreditasi Sekolah beberapa bulan lalu.
“Saya tidak hadir di sekolah, tapi seluruh administrasi untuk kepentingan sekolah dan murid, serta akreditasi sekolah saya kerja,” kata Rahakbau”
Menurut Kepsek Siti Aisa Rahakbau, bahwa ia menduga penolakan dirinya sebagai Kepsek SD N 25 kota Tual, oleh pemerintah desa Tam Ngurhir, para guru, dan warga karena mereka menginginkan agar yang menjadi kepsek di SD N 25.kota Tual, adalah guru yang seharusnya berasal dari desa Tam Ngurhir sendiri.
“Ya mereka menolak saya karena mereka mau yang jadi kepsek ibu guru dari desa mereka saya guru dari luar makanya saya di tolak,” ungkapnya.
Siti Aisa Rahakbau, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan informasi saat itu, ia di angkat menjadi kepek SD N 25 kota Tual karena oknum guru asal desa Tam Ngurhir inisiasi SL, yang juga mantan kepsek SD N 25 kota Tual, dinilai belum memenuhi syarat sebagai kepsek, sesuai dengan aturan baru, yaitu minimal pendidikan S1, Golongan IIIC dan Guru yang sudah sertifikasi,namun karena dirinya sendiri yang memenuhi persyaratan tersebut, sehingga di angkat oleh Walikota Tual, Ahkmad Yang Renuat, sebagai kepsek SD N 25 kota Tual.
“Ya guru asal desa mereka belum. memenuhi syarat kalau aturan baru, kalau saya sudah makanya saya di angkat jadi kepsek,” Jelas Rahakbau.
Rahakbau mengaku selama ia tidak ke sekolah, namun selalu melakukan komunikasi dan pertemuan langsung dengan kepala dinas, pendidikan kota Tual, M. Zein Nuhuyanan, S.Ag., M.Si, berulang kali, untuk meminta agar dirinya segera di pindahkan dari SD N 25 kota Tual, dan di tempatkan di SD N mana saja di kota Tual, dan kadis pendidikan, Zein Nuhuyanan berjanji akan mendatangi SD N 25 kota Tual, guna untuk segera membicarakan masalahnya, namun apabila tidak ada hasil, maka Nuhuyanan berjanji akan memindahkan, Siti Aisa Rahakbau, ke SD N lain di wilayah kota Tua, namun hingga SD N 25 kota Tua, di segel untuk yang kedua kali sabtu (16/5) kadis pendidikan, Zein Nuhuyanan tidak pernah ke SD N 25 kota Tual juga.
“Saya selalu bangun komunikasi dengan pa kadis, bahkan berulang kali ketemu di ruang kerjaanya, dengan selalu meneteskan air mata tentang masalah ini, saya minta pa kadis pindahkan saya saja,” kesal Rahakbau.
Ia juga membantah tudingan warga di medsos,tentang dirinya mematikan minat baca anak – anak. Kata Rahakbau tudingan ini, adalah fitnah dan tidak benar, karena buku – buku dalam perpustakaan yang ia bakar itu sudah rusak di makan rayap dan tidak bisa di gunakan lagi, sehingga ia membakar,selain itu lemari buku juga sudah di makan rayap, dan ia membersihkan perpustakaan saat itu.
Bahkan untuk meningkatkan minat baca dan mengatasi buta huruf, di SD N 25.kota Tual, Rahakbau melakukan kegiatan extra di malam hari,dengan membentuk kelompok belajar, anak – anak SD N 25 untuk belajar menggunakan lampu jalan, bahkan juga menggunakan lampu tenaga surya saat belum di resmikan PLTD saat itu.
“Jangan fitnah saya, apa yang saya bakar itu buku di perpustakaan yang sudah rusak di makan rayap, termasuk lemari buku saya bersihkan saja, saya cinta anak – anak saya buat kelompok belajar di malam hari, di bantu suami saya bawakan papan tulis pakai aki motor,” tegasnya.
Kepsek Siti Aisa Rahakbau, juga menyesal dengan sikap, Serikat Mahasiswa Pemuda Pelajar Tam (SEMPPAT) yang melakukan aksi segel SDN 25 kota Tual, karena selama ini koordinator dan anggota Semappta tidak pernah mendatangi dirinya untuk berdiskusi tentang masalah SD N 25 kota Tual sehingga Semappta tidak hanya menerima informasi sepihak saja, tapi harus netral.
Ia juga kecewa dengan sejumlah postingan Semppat di facebook tentang dirinya, sehingga banyak tanggapan dari keluarga Tayando dan keluarga marga Rahakbau dan Rahayaan baik di kota Tual maupun Maluku Tenggara, tidak terima dengan postingan tersebut.
“Keluarga saya di tual dan malra, tidak terima dengan postingan di facebook oleh semppat dan sekretaris,desa” ungkapnya.
Untuk itu, Kepsek SDN 25 kota Tual, Siti Aisa Rahakbau meminta kepada Walikota Tual Ahkmad Yani Renuat dan Kepala dinas Pendidikan Kota Tual, M. Zein Nuhuyanan,untuk memindahkan dirinya dari SD Negeri 25 kota Tual,ke SD negeri mana saja di Wilayah Kota Tual
“Saya mohon dengan hormat dari ujung rambut sampai ujung kaki pa Walikota dan pa Kadis tolong mutasikan saya dari SDN. 25 kota tual tolong saya,” minta Rahakbau.














