Penulis : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | KOTA TUAL ‘ Selang satu hari pemakaman ketua DPD II partai Gokar Maluku Tenggara (Malra) Alm Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Selasa (21/4) di pemakaman umum perumnas Kec Kei Kecil Kab Malra.
Datanglah Keluarga pelaku HR dan FU, marga Rahayaan dan Ulukyanan dari desa Hollat Kec Kei besar Utara Timut Kab Malra. di rumah keluarga Rumatora dari desa Tutrean Kec Kei besar Selatan, tepatnya di rumah Kakak korban Nus Kei,Toni Rumatora di desa Ohoijang.
Pertemuan ini di benarkan oleh Roni Ulukyanan yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, ketika di konfirmasi Media Warta Nasional. Kamis malam (23/4) mengatakan, bahwa pertemuan itu benar, antara keluarga marga Rumatora dari desa Tutrean dan keluarga marga Rahayan dan Ulukyanan dari desa Holat yang berlangsung kamis sore (23/4/26), dari pukul 16:00 – 18:00 WIT.
“Ia benar tadi sore kami lalukan pertemuan dari marga ulukyanan dan rahayaan,dengan keluarga rumatora di rumah pa toni rumatora belakang dragon lama,”ungkap Roni Ulukyanan. ‘
Menurut Roni, pertemuan tiga marga keluarga, Rumatora, Rahayaan dan Ulukyanan ini prakasai oleh ibu Uli Rumatora sehingga pihaknya sebagai Kakak dan adik menyambut baik pertemuan yang diinisiasi oleh Ibu Uli beserta keluarga Rumatora.
Dikatakan, tujuan pertemuan itu, selain,untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan, antara ketiga marga keluarga Rumatora Tutrean dan Rahayaan-Ulukyanan Hollat, juga untuk mengklarifikasi dan menjawab isu-isu negatif yang beredar di masyarakat Kei Malra dan kota Tual, serta di luar daerah kepulauan Kei, bahwa setelah pemakaman jenazah Almarhum Nus Kei, maka Keluarga Rumatora dari desa Tutrean akan menyerang dan membakar rumah keluarga desa Hollat.
“Kami datang untuk menjalin persaudaraan dan kekeluargaan, hidup bersaudara ain NI ain antara keluarga tiga marga ini dan klasifikasi isu penyerangan, “kata Roni.
Roni Ulukyanan menambahkan, pernyataan tersebut di bantah oleh keluarga Rumatora, bahkan keluarga marga Rumatora menyatakan informasi tersebut adalah tidak benar, dan itu isu dan hoaks,yang sengaja di sampaikan oleh orang -orang yang tidak bertanggungjawab dan mereka tuding orang tersebut sebagai Profokator untuk memecah persatuan dan hidup kekeluargaan masyarakat desa Tutrean dan Hollat di Malra dan kota Tual, serta dimana saja berada.
“keluarga Rumatora bilang info yang beredar di warga, kami habis pemakaman akan serang dan bakar rumah orang Hollat itu tidak benar hoaks itu, “tegas Roni.
Kata Roni, Keluarga Rumatora, Ulukyanan dan Rahayaan dari desa Tutrean dan Hollat sepakat bahwa kasus penikaman hingga kematian Nus Kei adalah perbuatan kedua tersangka, HR dan FU, secara pribadi bukan atas nama marga Rahayaan dan Ulukyanan atau desa Hollat, bahkan kedua tersangka telah di tahan dan di proses hukum oleh kepolisian sehingga ketiga marga sangat. mendukung agar kasus penikaman Nus Kei ini di proses secara hukum.
“tiga marga sepakat, bahwa perbuatan kedua pelaku itu di lakukan pribadi bukan atas nama marga atau kampung holat.pelaku sudah di tahan kami. dukung proses hukum
“jelas Roni.
Roni Ulukyanan juga mengklarifikasi, bahwa pertemuan tiga keluarga marga ini, bukan proses. perdamaian dalam kasus penikaman Nus Kei minggu (19/4), karena selama ini tidak ada masalah apapun diantara keluarga ketiga marga, Rumatora, Rahayaan, dan Ulukyanan, baik sebelum maupun sesudah kasus Nus Kei ini terjadi.
“jadi pertemuan ini bukan pertemuan untuk perdamaian, kami tiga marga tidak punya masalah sebelum dan sesudah masalah ini,” tegas Roni.
Roni juga mengungkapkan, ketiga marga Rumatora, Rahayaan dan Ulukyanan juga meminta kepada seluruh. masyarakat kei di mana saja berada, agar tidak menyebarluaskan isu -isu yang berkaitan dengan kasus kematian Agrapimus Rumatora alias Nus Kei, selaku ketua DPD II partai Golkar Malra, dengan tujuan untuk memecah hidup persaudaraan keluarga Hollat dan Tutrean yang selama ini terjalin dengan baik, serta informasi hoaks yang sengaja di buat untuk menganggu keamanan dan ketertiban di kedua wilayah.
Pertemuan dari ketiga marga ini disaksikan oleh Kepala Ohoi Langgur, HJS dumatubun dan anggota Polsek kei kecil.














