Tidak bisa, saya tidak pernah mengajarkan Ansor kekerasan, yang dilakukan Ansor itu membela Rakyat dan peristiwa Kediri itu akibat BTI (Barisan Tani Indonesia, salah satu elemen PKI) yang melakukan aksi sepihakâ. Cerita permintaan pembubaran Ansor itu disampaikan KH. Idham Chalid kepada publik dalam Apel Besar Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di Blitar April 1964 yang dihadiri kader-kader Ansor dan Banser Blitar di bawah kepemimpinan Muhammad Zainuddin Kayubi yang dianggap terlibat dalam Insiden Kediri.Dalam pidatonya itu, KH. Idham Chalid melanjutkan penjelasan, âdalam waktu dekat Saudara-saudara akan dipanggil Badan Pusat Intelijen (BPI) ke Jakarta. Tapi tidak apa-apa, kamu harus datangâ. Beberapa hari kemudian di Bulan April 1964 Ketua Ansor dan Banser Blitar, Kayubi menemui Ketua lembaga telik sandi yang sangat powerful dan ditakuti waktu itu, DR. Soebandrio yang didampingi sekretaris BPI, Mayjend Soetarto. Kayubi sendiri didampingi Pengurus Wilayah Ansor Jawa Timur, Kun Solehudin dan Hizbullah Huda serta diantar Pimpinan Pusat Ansor Yahya Ubaid (Ketua), Chalid Mawardi (Sekjend Ansor) dan KH. Yusuf Hasyim (PBNU). Dalam pertemuan tersebut Soebandrio mengatakan kepada rombongan Ansor dan Banser, âAnda tahu, anda ini kalah dalam urusan intelijen dengan PKI, PKI tahu posisi anda disini, posisi Pak Idham dimana, tapi anda tidak tahu posisi Aidit dimana. Kamu nggak benar melakukan ini (bentrok di Kediri)â Pernyataan Soebandrio ini langsung dibantah oleh Kun Solehudin dan Hisbullah Huda sambil memberikan âBuku Putihâ yang sudah disiapkan oleh Kayubi berisi penjelasan kronologi peristiwa Kediri. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Ansor dan Banser hingga kini tetap tegak berdiri mengawal NKRI.
Bangsa Indonesia Berduka, Seorang Tokoh NU, Sejarawan Telah Pergi
đ Tunggu Sebentar!
Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.
Lihat Sekarang












