Keterangan Foto: Pengurus dan anggota FKPPI PC 1316 Sidoarjo Setelah Usai Tabur Bunga di Makam Pahlawan, Sabtu (12/09/2026). (FOTO:LIDYA)
MEDIA WARTA NASIONAL | SIDOARJO – Memasuki usia 48 tahun, FKPPI Kabupaten Sidoarjo meneguhkan kembali komitmen pengabdian. Pengurus Cabang FKPPI memusatkan, di Jl. Pahlawan No.8, Sidokumpul, Sidoarjo, Sabtu (12/09/2026).
Kegiatan dimulai dengan upacara dan ziarah ke makam pahlawan, sebagai bentuk wujud nyata rasa hormat kepada pahlawan yang gugur merebut Kemerdekaan RI.
“Dalam rangkaian HUT ke-48, pengurus cabang Sidoarjo ikut andil mensukseskannya. Ada upacara, ziarah, tasyakuran, hingga bantuan sosial, yang nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2026 di Gedung Juang,” ungkap Sekretaris FKPPI PC 1316 Sidoarjo, Sentot Usdek Hidayat, SH.
Bagi Sentot, semua kegiatan itu adalah cerminan organisasi yang dicintai bersama.

“Ini bentuk kita hadir, tidak hanya mengenang tapi juga mengabdi, sebagai organisasi yang kita cintai bersama,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Rayon FKPPI Gedangan, Tri Wahyudi menjelaskan rangkaian kegiatan di lapangan. Salah satunya adalah upacara dan tabur bunga di makam pahlawan.
“Dalam peringatan HUT FKPPI yang ke 48 kita mengadakan upacara sekaligus tabur bunga di makam pahlawan. Karena jasa-jasa mereka kita menghormati pada hari ini,” ucap Tri Wahyudi.
Selain kegiatan seremonial, FKPPI juga menggelar kegiatan sosial lain seperti santunan kepada janda dan bazar UMKM.
“Selain upacara kegiatan di HUT FKPPI yang ke 48, kita juga memberikan santunan kepada janda veteran, maupun janda pebabri, bazar UMKM, dan masih banyak kegiatan sosial yang lainnya.
Harapannya kami khususnya FKPPI tetap semangat dan solid juga kepada masyarakat pengabdian kita. FKPPI tentunya kita tetap melakukan hal-hal terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pesan Sekertaris PC 1316 FKPPI Sidoarjo untuk generasi bangsa, jangan lupakan sejarah, saya rasa untuk generasi muda khususnya harus banyak belajar sejarah, agar jangan sampai kita melupakan sejarah maupun kebudayaan, karena itu sebagai kepribadian Indonesia yang asli,” tutup Sentot Usdek panggilan sapaanya.

Tinggalkan Balasan