MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI | Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA), M. Aditya Prabowo, S.H., membuka wawasan dan pola pikir (mindset) peserta mengenai peluang bisnis properti dalam kegiatan “Ngopi (Ngobrol Properti) Bareng HIPNUSA” yang digelar di salah satu hotel di wilayah Kota Bekasi, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kepala Bidang Bisnis HIPNUSA, Chaerunnisa, yang akrab disapa Ica. Forum ini menjadi ruang diskusi dan edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih jauh potensi bisnis properti sekaligus mendorong munculnya pelaku usaha baru di sektor tersebut.
Menurut Ica, kegiatan “Ngopi” merupakan bagian dari upaya HIPNUSA dalam mencari dan menumbuhkan bibit baru pelaku usaha di bidang properti.
“Kami berharap acara ngopi ini dapat membuka mindset kaula muda dalam bisnis properti,” tutur Ica di sela-sela kegiatan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta, baik dari kalangan anak muda maupun peserta yang lebih senior, berlangsung secara interaktif dan komunikatif.
Peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi serta memahami berbagai peluang dan karakteristik bisnis properti.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum HIPNUSA M. Aditya Prabowo secara gamblang menjelaskan prospek bisnis properti yang dinilainya memiliki peluang menjanjikan dan bersifat jangka panjang (long term).
“Bisnis properti ini bersifat jangka panjang dan menjanjikan karena properti adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Selama manusia bereproduksi, maka selama itu pula manusia butuh tempat tinggal,” tandas Aditya.
Lebih lanjut, Aditya menjelaskan bahwa bisnis properti tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli atau pembangunan tempat tinggal, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pergerakan sektor ekonomi lainnya.
Menurutnya, ketika industri properti berkembang, terdapat kurang lebih 15 jenis produk atau sektor usaha yang ikut terdorong mengalami peningkatan penjualan. Dengan demikian, perkembangan bisnis properti dinilai memiliki efek berganda terhadap aktivitas perekonomian.
“Bisnis properti ini menggerakkan perekonomian bangsa. Ada kurang lebih 15 item produk yang akan mengalami penjualan melejit ketika bisnis properti ini bergerak. Bisnis ini juga membangun peradaban, oleh karenanya bisnis ini memiliki peringkat tertinggi dalam dunia bisnis,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, HIPNUSA berupaya memberikan pemahaman bahwa sektor properti memiliki dimensi ekonomi sekaligus sosial. Selain menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan, pembangunan properti juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa tempat tinggal.
Forum “Ngopi Bareng HIPNUSA” diharapkan dapat menjadi ruang awal bagi peserta untuk membangun perspektif kewirausahaan, memahami karakteristik industri properti, serta mempersiapkan diri memasuki sektor usaha yang memiliki prospek jangka panjang.

Tinggalkan Balasan