MEDIAWARTANASIONAL.COM| BEKASI – Mayat Hendika Pratama ditemukan tim SAR gabungan TNI Marinir dan relawan dari Banser Nahdlatul Ulama pada pukul: 2 : 16. Menurut Ketua RW 10, Nait Somenggolo Mayat Hendika ditemukan mengambang didekat perumahan Villa Gading Harapan 2, Satria Mekar,Tambun Utara,Bekasi.
“Tim menemukan mayat Hendika didekat panel baru Villa Gading Harapan 2 radius 500 meter dari perumahan Satria Mekar Raya (SMR) 2 dengan kondisi mengenaskan tubuhnya membiru dan keluar darah dari bibir mulutnya”, ujar Nait Kamis 06/03/2025.
Kini Mayat Hendi sedang dimandikan di Kantor RW 12, Satria Mekar, Tambun Utara,Bekasi, keterlibatan Ketua RW 12 dan jajaran dalam tragedi ini sangat menentukan keberhasilan upaya evakuasi korban, Ketua RW 12 Bahri dengan sigap menyetop tim SAR yang sedang melintas dan melaporkan kejadian hilangnya seorang remaja korban banjir di SMR II.
Penandatangan Surat Pernyataan Orang Tua Korban
“Saya sudah minta tolong kesana sini tidak direspons beruntung ada tim SAR melintas dan saya stop hingga dilakukan pencarian di lokasi kejadian dan Alhamdulillah ditemukan”, kata Bahri dengan muka sangat lelah.
Menurut Nait, rencananya jenazah akan dishalatkan di Mushalla Al – Husna Perum SMR 2 dan dibawa ke Karawang.
“Pihak keluarga akan membawa Jenazah Hendika Pratama ke Karawang dan dikebumikan disana”, imbuh Nait kepada wartawan di warung kopi Villa Gading Harapan 5 Rw 12.
Keterangan Ketua RW 10 diperkuat oleh Bimaspol Satria Mekar Aiptu Yudi. “Mayat Hendika ditemukan dalam kondisi mengambang oleh tim gabungan SAR,Marinir dan relawan yang melakukan pencarian sejak pagi dengan menggunakan pelampung”, katanya.
Tim dari Polsek Tambun Selatan yang dipimpin oleh Ipda Yudo.P menawarkan orang tua Korban Hendi untuk membawa mayat korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut.
“Maaf kami dari kepolisian menawarkan agar jenazah diotopsi di RS Polri Kramat Jati karena ini SOP dari kepolisian”, tutur Yudo kepada Hendi.
Mendengar hal tersebut Hendi dengan suara lirih menolak tawaran tersebut.
“Mohon maaf kami sudah sepakat dengan keluarga akan membawa jenazah ke Karawang kasihan pak sudah dua hari”, jawab Hendi.
“Baik pak tidak ada paksaan tetapi harus ada pernyataan tertulis agar tidak ada tuntutan hukum terhadap kami sebagai yang bertugas”, tegas Yudo.
Hendi orang tua korban membuat pernyataan tersebut demi memenuhi prosedur penyelidikan Kepolisian. Selanjutnya jenazahpun dishalatkan sesuai rencana dan dibawa ke Karawang pukul 8:00 untuk dikebumikan.