Oleh : Novita
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | SIDOARJO – Upaya menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terus diperkuat Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Perusahaan daerah ini mulai mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk.
Langkah tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.MT, saat berdialog bersama insan pers dalam kegiatan Media Gathering di Hotel Luminor Sidoarjo, Sabtu (31/01/2026).
Dwi menyebutkan, posisi Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Kota Surabaya menyebabkan lonjakan kebutuhan air bersih yang cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas produksi dan jaringan distribusi air minum.
Ia mengungkapkan, cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo hingga kini masih berada di kisaran 30 persen. Angka tersebut terpaut jauh dibandingkan Surabaya yang hampir mencapai pelayanan menyeluruh.
“Ketimpangan ini menjadi tantangan serius. Tanpa langkah percepatan, persoalan ketersediaan air bersih bisa menjadi masalah besar di kemudian hari,” kata Dwi.
Untuk itu, Delta Tirta telah menyiapkan peta jalan pengembangan layanan air minum jangka panjang dengan target pemerataan hingga 100 persen pada tahun 2042. Salah satu fokus utama adalah penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
Dwi menambahkan, kinerja keuangan perusahaan yang terus membaik menjadi modal penting dalam menjalankan program tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, laba Delta Tirta mengalami peningkatan signifikan, dari Rp15 miliar pada 2021 menjadi Rp 46 miliar pada 2024.
“Capaian ini memberi ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi jaringan dan peningkatan kapasitas produksi air secara bertahap,” jelasnya.
Selain mengoptimalkan kemampuan internal, Delta Tirta juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Program Inpres Percepatan Penyediaan Air Minum (IPPT) dengan nilai anggaran Rp16,5 miliar. Program tersebut akan memberikan sekitar 1.500 sambungan rumah gratis bagi masyarakat di wilayah Porong, Gedangan, Taman, dan Waru.
Dalam pengelolaannya, Dwi menegaskan bahwa Delta Tirta berkomitmen menerapkan prinsip transparansi dan Good Corporate Governance guna menjaga kesehatan perusahaan di tengah tingginya biaya operasional. Ia juga menekankan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan layanan air bersih kepada masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Kami berharap dukungan seluruh pihak agar peningkatan layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.














