MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA – Pimpinan Redaksi Media Warta Nasional Rukmana, S.Pd,I., C.PLA, berhasil mewawancarai M. Aditya Prabowo, S.H, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) Sabtu 14/02/2026.
Menurut Aditya, Bisnis properti dikenal sebagai sektor yang menjanjikan bisnis ini memliki peluang profit yang sangat besar, tak heran jika para pengusaha properti (Developer) berani investasi tinggi dalam bisnis ini.
Namun, dibalik potensi tersebut, tak sedikit risiko yang dihadapi oleh para Developer, terlebih para Developer pemula atau Developer yang jam terbangnya belum teruji.
Saat ini banyak proyek perumahan yang terbengkalai bahkan tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya kewajiban developer, sehingga kawasan perumahan menjadi terlantar dan tidak terurus. Wawancara ini akan mengulas dinamika kerja sama antara developer dengan pemilik lahan yang kerap memunculkan persoalan.
Sebagai praktisi kawakan dalam Properti M. Aditya merasa sangat prihatin dengan adanya berita tentang proyek perumahan yang mangkrak, pembangunan berhenti di tengah proses, konsumen kebingungan, developer sulit dihubungi, sementara pemilik lahan ikut menanggung dampaknya.
“Padahal, pada tahap awal proyek biasanya tampak meyakinkan: konsep menarik, lokasi strategis, serta skema kerja sama yang diklaim saling menguntungkan, mengapa justeru berujung masalah ?”, tanya Aditya.
Warga Demo Perumahan Diandes Residen
Kami menemukan fakta, kerja sama lahan bukanlah jalan pintas menuju keberhasilan. Banyak proyek terhenti bukan semata karena kondisi pasar, melainkan akibat kesalahan fundamental dalam perencanaan dan pengelolaan hubungan kerja sama sejak awal. Dari berbagai kasus yang sering terjadi, terdapat pola masalah yang berulang, antara lain:
– Perjanjian kerja sama yang disusun terlalu longgar
– Status dan legalitas lahan belum sepenuhnya tuntas
– Perbedaan visi antara developer dan pemilik lahan
– Skema bagi hasil yang terlalu optimistis
– Aspek perizinan dan akses lokasi diremehkan
– Tidak ada skenario antisipasi jika kerja sama bermasalah
– Manajemen proyek yang terlalu percaya diri
– Penutup: Repot di Awal, Lebih Aman di Tengah Jalan
Perlu diketahui, Kerja sama dengan pemilik lahan bukanlah solusi instan dalam pembangunan perumahan. Justru pada tahap inilah banyak proyek gagal karena fondasi kerja samanya lemah. Persoalan hukum, benturan kepentingan, serta perhitungan bisnis yang kurang matang dapat menjadi kombinasi risiko yang serius, kata Aditya.
Masih menurut Aditya, lebih baik bersusah payah di tahap awal guna memastikan legalitas secara tuntas, menyusun perjanjian secara detail, dan terbuka terhadap potensi risiko. Sebab, ketika proyek sudah berjalan dan melibatkan dana konsumen, kekeliruan kecil di awal dapat berkembang menjadi persoalan besar yang merugikan banyak pihak.
“Oleh karena itu HIPNUSA bersedia menjadi konsultan bagi para pelaku bisnis properti, dan kami juga bersedia membina para pelaku UMKM diluar Properti, silakan bergabung dengan kami, tumbuh bersama dan maju bersama HIPNUSA”, pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan Pemred Media Warta Nasional.
Reporter Jecko Poetnaroeboen Editor: Wiratno MEDIAWARTANASIONAL.COM | MALUKU TENGGARA – Masyarakat kecamatan Kei besar utara timur Kabupaten MalukunTenggara,menyatakan sikap menolakn kehadiran warga ...
Reporter: Ilham Editor: Wiratno MEDIAWARTANASIONAL.COM | JAKARTA –Rabu, 9 April 2025 Pengurus Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Daerah ...
Reporter : Jecko Poetnaroeboen Editor: Rukmana MEDIAWARTANASIONAL.COM| TUAL Polres Tual Polda Maluku kembali menunjukan keseriusannya dalam mendukung Program Food Estate ...
Reporter : Jecko Poetnaroeboen Editor: Wiratno MEDIAWARTANASIONAL.COM | MALUKU TENGGARA – Bentrok antar dua kelompok warga kembali terjadi di kabupaten Maluku ...