Reporter : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Rahmah
MEDIA WARTA NASIONAL | TUAL ‘ Politisi partai Hanura yang juga ketua DPC partai Hanura.kota Tual, Zainal Gainal Abidin yang biasa di panggil Jimal Kabalmay, yang juga anggota DPRD kota Tual,mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tual untuk terus menjaga dan merawat toleransi antar umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah kota Tual.
Pernyataan anggota DPRD kota Tual, Jimal Kabalmay ini ketika di konfirmasi Media Warta Nasional (MWN) menanggapi kegiatan Sidang Ke-46 MPL Sinode GPM sejak tanggal 25-31 Oktober 2026 yang mendapat dukungan dari pemda kota Tual, umat Islam dan Katolik, Selasa malam (27/10).
Kata Jimal Kabalmay, himbauan ini disampaikan karena sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di Kota Tual yang dikenal sebagai Kota Beradat Larvul Ngabal.
Untuk itu, Jimal Kabalmay meminta kepada seluruh.masyarakat kota Tual untuk menjaga keamanan , ketertiban dan kedamaian selama pelaksanaan Sidang Ke-46 MPL Sinode GPM berlangsung.
Ia, juga mengajak seluruh generasi muda di Kota Tual untuk menjadi agen toleransi, baik di lingkungan sekolah, kampus, maupun di media sosial,dan dimana saja ia berada supaya kita semua menjaga Kota Tual tetap aman, damai, dan bermartabat sebagai Kota Beradat.
“Mari katong semua di tual ini, jaga Kamtibmas jelang Sidang Ke-46 MPL Sinode GPM berlangsung,anak.muda -mudi harus jadi agen toleransi di tual ini, supaya kota ini tetap aman, damai dan bermartabat,” ungkapnya.
Jimal Kabalmay yang sudah 3 periode menjabat sebagai anggota DPRD kota Tual menambahkan bahwa Kota Tual adalah rumah bersama bagi semua umat beragama,baik umat Islam Protestan dan Katolik,dan lain yang telah lama hidup berdampingan dengan semangat kekeluargaan Kei.
“Tual ini adalah rumah kita bersama, katong semua bersaudara, satu daerah Kei. Jangan karena perbedaan cara sembahyang, kita jadi baku benci ,beda agama itu soal hubungan kita dengan Tuhan, tapi soal kemanusiaan, kita tetap satu,” tegas Jimal Kabalmay.
Menurut Kabalmay pemerintah dan DPRD Kota Tual tidak bisa bekerja sendiri membangun daerah tanpa dukungan kerukunan antar umat beragama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat .
Ia,juga meminta warga Kota Tual untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA dan berita bohong yang dapat memecah belah persatuan.
“Saya minta kita semua menjaga jari di media sosial, kalau ada informasi yang belum jelas, tanya dulu ke RT, ke Lurah, ke tokoh agama, teman, keluarga, jangan langsung sebarkan, mari katong jaga tual supaya jangan terbakar oleh isu yang tidak benar,” ajaknya.
Ia juga berharap agar. nilai-nilai adat seperti Ain Ni Ain, pela Gandong, dan semangat gotong royong dan maren terus menjadi perekat utama masyarakat di kota Tual.

Tinggalkan Balasan