Reporter : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Rahmah
MEDIA WARTA NASIONAL | TUAL ‘ Umat Katolik kota Tual membawah Yelim (red: bantuan) di Gereja Maranatha Un -kota Tual,di pimpin. langsung oleh pastor paroki Tual, Romo Matheus Bwariat, jumat (23/10).
Pastor paroki Tual, Romo Matheus Bwariat, ketika di konfirmasi Media Warta Nasional melalui pesan WhatShap membenarkan pemberian yelim tersebut.
Romo, Matheus Bwariat mengatakan, pihaknya membawa yelim bersama dengan umat katolik paroki Watran, yang merupakan paroki baru di kota Tual, pemekaran dari paroki Tual.
“Ya benar kemarin kami umat katolik di tual bahwa yelim dari paroki tual yang terdiri dari stasi tual,taar dan unas, dan paroki watran yang terdiri dari stasi watran, lairkamor, ohoitel, ngadi dan dulah laut, “ungkapnya.
Dikatakan tujuan umat Gereja katolik kota Tual membawa yelim ini dalam rangka umat katolik turut mendukung dan menyukseskan sidang ke -46
Musyawarah Paripurna Lengkap (MPL) Sinode GPM (Gereja Protestan Maluku) yang di selenggarakan sejak tanggal 25-31 Oktober 2026.
Romo Matheus menambahkan, bahwa kami memberikan yelim, juga merupakan toleransi antar umat beragama, dan dukungan nyata dari umat Katolik kota Tual kepada jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) untuk acara sidang ke-46 MPL sinode GPM di kota Tual selama sepekan.
“Tual ini dibangun di atas hukum adat Larvul Ngabal, jadi kita semua bersaudara, beda agama bukan alasan untuk terpecah, muslim, protestan, katolik, di kota tual sudah hidup berdampingan sejak lama, saling jaga gereja, saling jaga masjid,” ungkap Romo Matheus.”
Romo Matheus Bwariat,yang adalah pastor paroki Tual baru, menghimbau kepada umat katolik pada khususnya dan seluruh masyarakat kota Tual pada umumnya,untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama,serta menjaga keamanan dan ketertiban selama Sidang Ke-46 MPL sinode GPM berlangsung.
Kata Romo Matheus himbauan ini disampaikan menyusul pentingnya menjaga Kota Tual sebagai kota yang damai, aman, dan menjadi contoh kota kerukunan dan cinta damai di Provinsi Maluku.
“Ingat bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan warisan adat Kei yang harus dijaga bersama hingga anak, cucu kita semua, “tegas Romo Matheus.”
Romo Matheus Bwariat, juga menegaskan bahwa pemberian yelim umat Katolik Kota Tual tidak hanya sebatas kegiatan jemaat GPM, namun ke depan apabila ada kegiatan umat Islam pihaknya juga akan mengbawah yelim karena yelim adalah tradisi budaya orang Kei yang harus di pertahanan dan dilestarikan.
“Yelim ini sangat bagus tradisi orang kei kita saling silahturami, tolong menolong inter dan antar umat beragama mari kita pertahankan dan jaga,” salut Romo Matheus.

Tinggalkan Balasan