Reporter : Jecko Poetnaroeboen
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | DOBO – Bentrok antar warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, kembali menelan korban. Dua warga Desa Longgar dilaporkan mengalami luka serius akibat senjata tajam (sajam) jenis panah (anak ribel) dan harus dievakuasi ke RSUD Cendrawasih Dobo, Jumat (2/1/2026).
Kedua korban tiba di Pelabuhan Rakyat Dobo, Kelurahan Galay Dubu, sekitar pukul 13.00 WIT, setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 12, jam dari Desa Longgar menggunakal satu unit spit.
Korban pertama, Laurensius Djerwi TN (23), mengalami luka robek di kaki kiri dan lengan kanan. Sementara korban kedua, Abdul Haji Rahantan (56), menderita luka tusuk panah di bagian dada kiri, yang dinilai cukup berisiko dan memerlukan penanganan medis intensif.
Keduanya sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Longgar sejak pukul 04.00 WIT, didampingi unsur keamanan dan tenaga medis.
Informasi yang di himpun Media Warta Nasional, Setibanya di Dobo, kedua korban langsung dijemput oleh personel Polres Kepulauan Aru yang dipimpin KBO Intelkam IPDA Nielsen Anderson Patty.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans Polres Kep Aru dan ambulans RSUD Cendrawasih Dobo.
Pukul 13.15 WIT, kedua korban resmi tiba di RSUD dan langsung mendapat perawatan tim medis. Hingga berita ini diturunkan, keduanya dalam kondisi sadar, satu korban masih menjalani observasi lanjutan di ruang UGD, sementara satu korban telah dirujuk ke ruang radiologi.
Selain itu, Informasi penting ,yang di himpun, terungkap dari saksi tenaga medis di Desa Longgar. Disebutkan, diduga terdapat korban lain dari pihak Desa Apara, namun tidak dapat dirujuk ke Puskesmas Longgar karena faktor lokasi dan situasi pascakonflik.
“Korban dari Desa Apara kemungkinan hanya ditangani oleh bidan atau mantri setempat. Ini berpotensi fatal jika tidak ada penanganan medis lanjutan,” ungkap sumber medis kepada koran ini.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan adanya korban tersembunyi yang belum tertangani secara maksimal.
Sejumlah warga Desa Longgar dilaporkan berada di RSUD Cendrawasih Dobo untuk menjenguk korban. Aparat keamanan pun memperketat pengamanan guna mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.
Pihak Sat Intelkam Polres Kep Aru terus melakukan pemantauan intensif dan menyatakan siap melaporkan perkembangan terbaru apabila muncul situasi menonjol.
Keterlambatan evakuasi diketahui disebabkan oleh gangguan mesin pada spit yang digunakan membawa korban ke Dobo, memperparah kondisi darurat medis yang dihadapi korban.
Bentrok antar desa ini kembali menegaskan rapuhnya manajemen konflik horizontal di wilayah kepulauan. Negara tidak boleh hadir hanya saat korban tiba di rumah sakit, tetapi harus mencegah jatuhnya korban sejak dini, termasuk memastikan akses medis yang aman bagi seluruh pihak tanpa diskriminasi wilayah.















