Reporter: Jecko Poetnaroeboen
Editor : Wiratno
MEDIA WARTA NASIONAL | TUAL – Anggota DPRD kota Tual, Jon Pristo Sianturi kepada Media Warta Nasional (MWN) melalui pesan What Shap senin siang (16/2/26), meminta kepada seluruh masyarakat kota Tual, agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban di kota Tual, disaat umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan hari raya Idulfitri 1 syahwal 1447 H 2026 M
Menurut, Jon Pristo Sianturi, bahwa sebelum tahun 2026 ini, terjadi sejumlah masalah di kota Tual, sehingga menimbulkan terjadinya konflik antar warga, baik itu di desa dan kompleks atau RT/RW di kota Tual yang di sebut kota Meren ini.
Jon Sianturi menambahkan, kejadian konflik ini, selalu terjadi pada warga kota Tual, pada usia remaja, lalu melibatkan warga yang lain, sehingga konflk semakin meluas, dan panas, sehingga jatuhnya korban harta, korban luka hingga korban nyawa.
“Kita semua tau bahwa tahun kemarin banyak terjadi bentrok di tual ini, dan selalu bentrok ini bermula dari anak – anak akhirnya melibatkan orang dewasa, dari anak-anak, jadi bentrok ini meluas, dan pasti ada korban, baik harta, maupun korban luka dan ada yang mati, “jelas Jon Sianturi.”Jon Pristo Sianturi, yang adalah politisi partai PSI, juga mengungkapkan, bahwa konflik yang selalu terjadi di kota Tual itu, pemicunya adalah mimuman keras.
Kata Sianturi para pelaku telah mengkonsumsi mimuman keras secara berlebihan, sehingga terjadi kesalahpahaman oleh para pelaku, maka terjadi adu mulut hingga terjadi konflik.
Untuk itu anggota legislatif (Aleg ), Jon P. Sianturi, mengajak orang tua dan masyarakat di kota Tual, untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak setiap harinya terutama pada malam hari.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini kasus kriminal banyak terjadi di kota tual, untuk itu saya mengimbau kepada seluruh orang tua di tual, agar mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari,”tegas Sianturi.”
Dikatakannya, himbauan tersebut sebagai langkah pencegahan demi menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan anak-anak.kita di kota Tual.
Dirinya menekankan, pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak terutama pada malam hari.
“Saya imbau kepada seluruh orang tua di kota tual agar memastikan anak-anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 20.00 WIT, dan membatasi aktivitas keluar malam tanpa keperluan yang jelas, serta tidak membiarkan anak-anak nongkrong di jalanan atau di lokasi-lokasi yang sepi,” jelasnya.”













