“Poltekkes Kemenkes Jakarta III fokus pada pencegahan stroke, gizi balita, dan kesehatan ibu hamil”
MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA – Suasana halaman kantor RW 01 Kelurahan Ujung Menteng, Kamis, 14 Agustus 2025, sejak pagi dipenuhi antusiasme. Ratusan warga lintas usia dari balita dalam gendongan, ibu hamil, hingga para lansia berkumpul mengikuti aksi sehat yang digagas Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Puslitmas) Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
Baca Juga:
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Ujung Menteng dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Otak dari Kandungan hingga Masa Tua” ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Bina Wilayah. Sebuah upaya nyata perguruan tinggi kesehatan menjawab tantangan serius: gizi kurang pada anak dan maraknya penyakit tidak menular di kalangan dewasa.
Tim gabungan Poltekkes hadir lengkap. Para dosen ahli di bidangnya, tenaga kependidikan yang sigap, serta puluhan mahasiswa bersama Badan Eksekutif Mahasiswa turun langsung melayani warga, menyatukan pelayanan kesehatan dengan edukasi publik.
Tiga Temuan Penting dari Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan massal sejak pukul tujuh pagi melahirkan catatan penting yang perlu ditindaklanjuti serius:
- Balita Kurus, Ancaman Stunting
Dari 27 balita yang diperiksa, 92,59 persen tercatat dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori kurus. Angka ini menjadi sinyal darurat stunting yang berpotensi menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Meski begitu, tingkat kesadaran imunisasi cukup baik: 92,59 persen balita memiliki riwayat imunisasi lengkap. - Ibu Hamil dengan Gizi Lebih
Pemeriksaan terhadap empat ibu hamil justru menunjukkan masalah berbeda. Seluruhnya mengalami gizi lebih, separuh dengan status gemuk dan separuh obesitas. Fenomena ini mengungkap beban ganda masalah gizi—dari kekurangan pada balita hingga kelebihan pada ibu hamil—yang sama-sama berisiko. Meski demikian, 75 persen dari mereka masih tercatat memiliki tekanan darah normal. - Kolesterol Tinggi, Risiko Stroke pada Dewasa
Dari 79 warga dewasa dan lansia, 77,21 persen terdeteksi memiliki kadar kolesterol tidak normal: 39,24 persen pada level waspada, 37,97 persen tinggi. Hasil ini berimplikasi pada risiko stroke: 51,9 persen warga masuk kategori waspada (29,11 persen) hingga tinggi (22,78 persen). Data ini memperkuat fakta bahwa hipertensi dan dislipidemia menjadi faktor risiko dominan bagi stroke.
Sinergi Edukasi dan Pelayanan
Pemeriksaan kesehatan berlangsung bersamaan dengan sesi edukasi. Mahasiswa BEM menampilkan simulasi “Isi Piringku” untuk gizi seimbang balita, sementara para dosen memberi penyuluhan langsung tentang pencegahan stroke yang efektif.
Acara turut dihadiri perangkat wilayah, perwakilan Puskesmas, serta pimpinan kelurahan dan RW. Dukungan penuh juga datang dari institusi pendidikan kesehatan. Liza Laela Abida, penanggung jawab kegiatan dari Poltekkes Kemenkes Jakarta III, menegaskan komitmen pihaknya. “Data temuan ini akan menjadi dasar program pendampingan lanjutan bersama Puskesmas Ujung Menteng,” ujarnya.
Fondasi Kesehatan Lintas Generasi
Pengabdian masyarakat ini bukan sekadar seremonial. Ia menyisakan catatan penting sekaligus pijakan bagi kolaborasi akademisi, mahasiswa, dan perangkat wilayah. Sinergi lintas generasi ini memperlihatkan bagaimana sebuah intervensi sederhana dapat membuka mata: bahwa kesehatan dari kandungan hingga usia lanjut perlu dijaga secara berkesinambungan.
Angka-angka yang terkuak dalam kegiatan ini menjadi pengingat: darurat gizi balita, obesitas ibu hamil, dan ancaman stroke dewasa adalah realitas yang tak bisa ditunda.