Oleh : Lambas 

Editor : Wiratno

 

 

MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Pembangunan perluasan Mesjid Jami Al Husna, bisa terlaksana karena doa daripada warga desa Tajurhalang, terkhusus para warga yang beribadah dan yang tinggal disekitar Mesjid Jami Al Husna. Juga merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Desa Tajurhalang terhadap Warganya dalam memenuhi kesejahteraan rohaninya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Tajurhalang, Saipudin S.Ag., saat dimulainya pekerjaan konstruksi pembangunan Mesjid Jami Al Husna, Selasa (6/10).

Pada waktu yang sama Kepala Desa (Kades) Tajurhalang, menjelaskan bahwa nantinya pembangunan Mesjid ini akan mengalami perubahan bentuk maupun Luas bangunannya.

“Dari yang tadinya luas bangunan mesjid yang lama yakni berukuran 7×7 meter akan mengalami perluasan bangunan menjadi 15×15 meter dan ditambah MCK 15 meter,” Jelasnya.

Kades juga membeberkan bahwa Mesjid Jami Al Husna sudah berdiri sejak tahun 2013, dimana saat itu situasi lingkungan yang masih sepi, sampai situasi saat ini, dimana penduduknya sudah ramai.

Terkait dengan dana pembangunan, Saipudin juga menjelaskan secara transparan didepan warga yang turut hadir saat pekerjaan konstruksi dimulai, baik itu Ketua RT maupun Ketua RW, bahwa pendanaan 70:30, 70 persen dan swadaya masyarakat 30 persen.

“Dimana kita mendapatkan dana bantuan sebesar 400 juta dari pengusaha Syekh Abu Walid, sementara untuk pencairan dana ada tiga tahap yaitu tahap satu dan dua bernilai 150 juta rupiah dan tahap tiga bernilai 100 juta rupiah,” Kata Kades didepan Warga.

Dan untuk Donatur, Kades mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya, atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Mesjid Jami Al Husna.

“Semoga apa yang sudah kita terima dapat memberikan berkah buat semuanya dan untuk Donatur semoga diberikan kesehatan, sukses dalam berkarya, dan rezekinya semakin dilipat gandakan oleh Allah SWT, amin,”Tandasnya.