BEKASI — Ratusan warga Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, menghadiri doa bersama dan tahlil yang digelar di kediaman Kepala Desa Satria Mekar, Amben, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat Nahdliyin dalam mendoakan keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia.

Tahlil tersebut digelar untuk mendoakan almarhumah Tuti Nurhayati, ibunda Kades Amben, yang telah memasuki hari ke-40 sejak wafatnya.

Semasa hidupnya, Tuti Nurhayati dikenal sebagai sosok yang baik dan memiliki kepedulian sosial. Ia dikenal senang membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.

Rangkaian tahlil dipimpin oleh tokoh agama setempat Ustadz Hasanudin bersama Kaur Kesra Desa Satria Mekar, Fahmi.

Seluruh rangkaian do’a berlangsung khidmat, dengan suasana duka dan kekeluargaan yang begitu terasa di tengah para jamaah yang hadir.

Usai pelaksanaan tahlil, Kades Amben menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga serta tokoh masyarakat yang telah hadir dan turut mendoakan almarhumah istrinya.

«“Terima kasih para RT, RW, Ustadz dan tokoh masyarakat yang telah ikut mendo’akan almarhumah istri saya. Semoga kita semua sehat serta dalam lindungan Allah Ta’ala,” ujarnya singkat.»

Dalam kesempatan yang sama, Kadus Sopian yang mewakili Kades Amben juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan selama menjalankan tugas kepemimpinan selama delapan tahun.

“Saya mohon maaf selama delapan tahun memimpin tentu banyak kesalahan dan kekhilafan. Saya juga mohon doanya karena tanggal 04 nanti saya mengikuti tes calon Kepala Desa. Bismillah lulus,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian disambut dengan ucapan “Aamiin” dari para hadirin yang hadir.

Kegiatan do’a bersama tersebut turut dihadiri Babinsa dan Bimaspol Desa Satria Mekar. Selain rangkaian tahlil, kegiatan juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh penceramah Ustadz Sandi Iskandar.

Dalam tausiyahnya, Sandi Iskandar memberikan nasihat kepada Kades Amben agar senantiasa memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan amanah kepemimpinan.

“Nama Amben ini memiliki arti amanah, berwibawa dan energik. Nama ini telah membawa kepada kepribadian yang baik dalam memimpin Desa Satria Mekar, yang terbukti telah mengalami perubahan yang signifikan,” ujarnya.

Sandi menambahkan, dirinya berpesan agar Kades Amben senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui munajat dan ibadah, khususnya pada sepertiga malam.

“Saya berpesan, pada sepertiga malam gelar sajadah, munajat kepada Allah. Serahkan semua masalah kepada Sang Kholik, karena tidak ada yang dapat dijadikan sandaran kecuali Dia,” tuturnya.

Kegiatan doa bersama dan tahlil tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Selain menjadi momentum untuk mendoakan almarhumah Tuti Nurhayati, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah desa, tokoh agama, aparat keamanan, serta masyarakat Desa Satria Mekar.