Reporter : Jes
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | TAPANULI UTARA’ Ratusan mahasiswa peduli Tapanuli Utara memenuhi halaman kantor dinas pertanian dan menyampaikan aspirasinya tentang kelangkaan pupuk yang terjadi di Tapanuli Utara pada hari Senin 11 mei2026.
Mahasiswa mempertanyakan terkait kelangkaan pupuk di masa tanam awal tahun (Januari) sampai Mei yang pada saat itu masyarakat sangat membutuhkan pupuk terutama di tiga kecamatan Tarutung siatas barita dan Si poholon yang mayoritas menanam padi.
Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli Tapanuli Utara di terima kepala dinas Viktor Siagian didampingi para stafnya dan menyampaikan. Bahwa kebutuhan pupuk di Tapanuli sudah terealisasi sebanyak kurang lebih 8000 ton sampai bulan mei ini yang disalurkan empat distributor yang di tunjuk oleh pemeritah.
Frans Simanjuntak kordinator aksi menyampaikan orasinya, menurut keterangan Kadis, tidak ada kelangkaan pupuk, saat ini ada 160.000 zak jumlah kelompok tani, dan yang berbadan hukum sebanyak 1. 487 jika setiap kelompok tani mempunyai anggota rata – rata 20 orang kalau jumlah pupuk yang sudah disalurkan dibagi jumlah Poktan maka setiap Poktan sudah mendapatkan pupuk sebanyak 107 zak atau sekitar 5 zak per KK sesuai yang terdaftar di RDKK(rencana domestik kebutuhan kelompok).
“oleh karena itu dari jumlah pupuk yang sudah di salurkan ke Poktan berarti tidak ada lagi kelangkaan”, terangnya Selasa 12/05/2026.
Frans juga mengharapkan kepada dinas terkait agar mengusut kenapa pupuk bersubsidi menjadi langka padahal pupuk suda tersalurkan sesuai RDKK
Kadis pertanian menyampaikan kepada para pengunjuk rasa apabila ada kioa yang melakukan praktek praktek penjualan pupuk yang tidak tepat sasaran agar melaporkan ke aparat penegak hukum terkait














