Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI – Profesor HRM. Soekarna, tokoh nasional yang dalam tubuhnya mengalir darah pejuang, bersama Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera menggagas Kirab Agung Bendera Merah Putih sepanjang 2.045 meter yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung. Kegiatan bernuansa kebangsaan ini dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Baca Juga:
Menurut Profesor Soekarna, kegiatan tersebut memiliki tujuan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Acara ini bertujuan untuk meneguhkan persatuan Indonesia dan memantapkan jati diri bangsa menuju Indonesia yang adil dan sejahtera atau Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera, Mubahir, menerangkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh jajaran pengurus yayasan. Ia menjelaskan, “Kami bersama-sama para pengurus yayasan yang terdiri dari Sekretaris Yayasan Yohan Yudistira, Wakil Sekretaris Darsani, Bendahara Umum Rahmah Fadilah, Wakil Bendahara Sri Wahyuti, atas izin Pembina Yayasan Rukmana, S.Pd.I., C.PLA sepakat menggelar acara kebangsaan Kirab Agung Bendera Merah Putih di Lampung.”
Lebih lanjut, Mubahir menegaskan bahwa kegiatan tersebut digagas sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai fundamental kebangsaan.
“Kegiatan ini digagas oleh Prof. HRM Soekarna dan Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera dalam rangka membangun nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan Indonesia dan optimisme menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Mubahir kepada awak media.
Profesor HRM Soekarna dikenal sebagai figur nasional dengan rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada negara. Ia merupakan Purnawirawan Brigadir Jenderal TNI Angkatan Darat dari satuan elite Kopassus, dengan penugasan strategis terakhir sebagai Kepala Staf Intelijen (Kasintel). Selain itu, HRM Soekarna pernah mengemban amanah sebagai Penasihat Hukum dan Hak Asasi Manusia di Markas Besar TNI.
Dalam kapasitas sipil dan kebangsaan, HRM Soekarna juga tercatat sebagai Pembina Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Pembina Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta Penasihat Gedung Juang 45. Ia dikenal luas sebagai Pakar Hukum Tata Negara yang kerap memberikan pandangan strategis terkait konstitusi dan tata kelola negara.
Di bidang sosial dan kebudayaan, HRM Soekarna aktif sebagai Pembina Yayasan Kedaton Nusantara serta Penasihat Yayasan Ratu Adil Rakyat Indonesia, yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, dan persatuan nasional.
Dengan latar belakang tersebut, gagasan Kirab Agung Bendera Merah Putih sepanjang 2.045 meter dipandang sebagai refleksi konsistensi HRM Soekarna dalam merawat semangat perjuangan, nasionalisme, dan persatuan bangsa. Adapun selebihnya, agenda kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai sarana silaturahmi kebangsaan lintas elemen masyarakat.


















