Oleh : Rukmana, S.Pd,I.,C.PLA
MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI – Penanaman pohon asam jawa atau Tamarindus indica Oleh Belanda pada zaman dahulu di tepi jalan bukan hanya asal tanam atau faktor kebetulan semata.
Baca Juga:
pohom asem memiliki nilai estetika yang sangat luar biasa dan saksi sejarah panjang Kolonial Belanda menduduki Nusantara sejak Indonesia masih berbentuk kerajaan – kerajaan atau kesultanan.
Memurut para pakar sejarah mengonfirmasi bahwa tanaman pohon asam ini pohon pilihan Pemerintah Kolonial Belanda karena beberapa alasan penting pada masa itu:
FFungsi sederhana pohon ini adalah praktis dalam memberikan naungan yang signifikan bagi penduduk Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis yang panas, pohon asam juga sangat membantu pejalan kaki atau para pengendara kala itu.
Dengan akar yang menghujam ke tanah membuat stabilisasi tanah terjaga dan mencegah erosi atau abrasi tanah di sepanjang jalan.
Bahkan pohon ini dapat juga mengkondisikan tanah terap keras karena terikat dengan akar pohon asem jawa ini, sehingga tanah akan kuat terhadap longsor walau diterpa hujan deras dan angin kencang sekalipun.
Dengan karakterstik pohon asam jawa yang demikian sangat cocok ditanam di pinggir jalan guna menahan tanah dari longsor atau erosi.
Pohon asam jawa memiliki value ekonomi dan budaya, hal ini karena buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan khas nusantara dan bahan minuman, bahkan obat tradisional seperti menyembuhkan batuk kering.
Pohon Asam Jawa saksi bisu eksistensi Belanda di Nusantara. Lalu mengapa hingga saat ini masih banyak pohon asam jawa di pinggir Jalan ?
Meski pohon asam jawa yang ditanam di Pinggir Jalan oleh Belanda sudah berusia ratusan tahun lalu namun masih hidup hingga sekarang dan menambah rindang jalan – jalan yang ada di Pulau Jawa.
Telisik punya telisik pohon ini (Asam Jawa red…) ternyata dapat hidup lama atau berumur panjang, konon berdasarkan penelitian pohon ini dapat hidup selama puluhan sampai ratusan tahun lamanya, Jenis pohon ini tidak akan mati kecuali ditebang, maka hal yang rasional jika sampai saat ini pohon asem jawa masih berdiri di Kota – Kota atau Desa – Desa tertentu di Indonesia.
Adaptasi yang baik dengan lingkungan tropis: Meski bukan asli Indonesia (asalnya berasal dari Afrika), Tamarindus indica telah lama beradaptasi dan menyebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Adakah relevansinya dengan masa kini ?
Meski fungsi utama pohon asam jawa bersifat praktis dan taktis dalam menunjang infrastruktur jalan saat itu, hinggq sekarang keberadaan pohon yang satu ini sangat besar manfaatnya bagi manusia terutama bagi para pejalan kaki.
Pohon ini merupakan peneduh alami di ruang publik, di Kota-Kota yang padat kendaraan, pohon-pohon besar sangat dibutuhkan untuk memfilter udara, memberikan oksigen gratis bagi manusia serta mengurangi panas pada permukaan jalan.
Kini pohon asamnjawa menjadi saksi sejarah yang memiliki nikai estetika tersendiri di ruang kota, bahkan di beberapa tempat pohon legendaris ini kini menjadi bagian dari identitas sejarah suatu kota dan sering masuk dalam kategori destinasi wisata sejarah perkotaan.
Dengan penduduk yang terus bertambah dan membuat sesak ruang gerak manusia Pohon ini memiliki nilai ekologis yang tinggi.
Masyarakat kini dihinggapi kekhawatiran dengan adanya perubahan iklim dan urban heat island (efek pulau panas perkotaan), pohon besar seperti asam jawa dipandang kembali penting karena dapat menyerap CO₂, memproduksi oksigen, dan memperbaiki kualitas udara – fungsi yang dulu tidak dipikirkan Belanda dalam konteks modern, namun kini sangat relevan bagi tata ruang sebuah kota atau desa.
Kesimpulan
Penanaman pohon asam jawa di pinggir jalan pada masa kolonial Belanda bukan sekadar kebiasaan estetika, melainkan keputusan yang didasarkan pada fungsi ekologis, praktis, dan simbolis.
Warisan ini masih terlihat di lanskap perkotaan Indonesia dan kerap dianggap landasan awal pengelolaan ruang hijau jalan di masa kini, meskipun konteksnya telah berubah drastis dari fungsi praktis lalu menjadi bagian dari pelestarian sejarah dan kota berkelanjutan.

















