Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI – Efisiensi dan inovasi menjadi prasyarat utama bagi pelaku usaha konstruksi dalam menghadapi dinamika industri di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana melalui penyelenggaraan pelatihan dan demonstrasi produk perekat bata ringan instan, Lem LEO, yang dilaksanakan di Kantor Pusat HIPNUSA pada Rabu (28/1/2026).
Baca Juga:
Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Strategis: Konstruksi Cepat, Kuat, dan Hemat” ini dihadiri oleh jajaran direksi PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana, serta pengurus pusat dan anggota HIPNUSA yang berasal dari berbagai sektor usaha. Pelatihan ini menjadi forum edukatif bagi para pengusaha untuk mengenal teknologi material konstruksi terbaru yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Solusi Inovatif Pengganti Semen Mortar
Dalam sesi demonstrasi, perwakilan perusahaan memaparkan keunggulan teknologi Lem LEO sebagai solusi alternatif pengganti semen mortar konvensional. Lem bata ringan instan ini diklaim mampu menghasilkan daya rekat optimal hanya dalam waktu 7 menit, sehingga mempercepat proses konstruksi secara signifikan.
“Kami tidak sekadar menghadirkan produk, tetapi menawarkan solusi efisiensi yang dapat diterapkan langsung oleh kontraktor dan pengembang. Dengan daya sebar hingga 27 meter persegi per botol berukuran 900 gram, Lem LEO mampu menekan biaya logistik sekaligus mempercepat waktu pengerjaan proyek,” ujar perwakilan PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana di sela kegiatan demonstrasi.
Penguatan Sinergi Strategis dengan HIPNUSA
Ketua Umum HIPNUSA menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengusaha yang tergabung dalam HIPNUSA perlu memiliki literasi terhadap teknologi material konstruksi agar mampu bersaing secara kompetitif, khususnya dalam proyek-proyek berskala nasional.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen HIPNUSA dalam memberikan edukasi berkelanjutan serta akses terhadap teknologi terkini bagi para anggotanya. Bersama PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana, kami menunjukkan bahwa proses pembangunan kini dapat dilakukan dengan metode yang lebih bersih, praktis, dan presisi,” ungkapnya.
Uji Kekuatan Perekat yang Signifikan
Peserta pelatihan juga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung hasil uji teknis Lem LEO yang menunjukkan kekuatan tarik mencapai 500–790 KN/m². Demonstrasi di lokasi memperlihatkan bata ringan yang direkatkan menggunakan Lem LEO menyatu secara monolitik serta memiliki ketahanan terhadap berbagai kondisi cuaca.
Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas peluang distribusi dan kemitraan antara PT Adhirajasa Indraprasta Nirwana dan para pengusaha lokal di jaringan HIPNUSA. Melalui sinergi tersebut, diharapkan percepatan pembangunan infrastruktur nasional dapat terlaksana secara lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.














