Masih menurut Rahmah, Serelah bonus pertama masuk rekening saya, admin mengarahkan untuk transfer Rp: 179 ribu like dan klik keranjang sebuah produk dan dalam hitungan 5 menit uang Rp: 179 ribubkembali dan bonus Rp: 55 ribu dengan total uang masuk rekening Rp: 234 ribu, siapa yang tergiur ” ungkap Rahmah 14/04/24.
Lanjut Rahmah, “setelah bonus kedua masuk saya diarahkan lagi untuk transfer Rp: 579 ribu dengan iming – iming bonus ratusan juta, karena penasaran saya pun transfer Rp: 579 ribu dan setelah transfer saya diarahkan ke admin bernama Ervina dari sinilah saya diarahkan untuk mengerjakan misi 1 sperti biasa pilih produk like dan memasukkan produk kedalam keranjang hanya dalam waktu 5 menit admin memberikan sebuah struk bahwa saya mendapatkan bonus Rp: 1.400 ribu namun hanya struk belum masuk rekening” terangnya.
“Disinilah penipuan terjadi, lanjutnya, saya disuruh memilih produk dengan harga beragam ada yang harga Rp: 2.200 ribu, ada juga yang harga Rp: 7.900 ribu dan jika pembayaran atau modal di transfer maka kita akan disuruh melakukan hal yang sama yaitu like dan memasukkan produk kedalam keranjang lalu akan diberi bonus ratusan juta, karena saya curiga maka saya tidak meneruskam transaksi tersebut dan uangku yang sudah masuk Rp: 179 ribu tidak dapat kembali asli penipuan ! Ucapnya kesal.
Atas kejadian ini masyarakat agar berhati – hati terhadap iklan atau orang mengatasnamakan tokopedia, akulaku, bukalapak, playstore dan semua flatform digital yang mengiming – imingi mèmberikan reward atau bonus hanya dengan klik produk – produk tertentu.
Dan pemerintah harus melakukan sebuah upaya pencegahan dengan sungguh – sungguh agar tidak ada lagi korban berikutnya, kejahatan melalui dunia maya ini tak terasa namun nyata ada dan terjadi di tengah – tengah masyarakat Indonesia.
Bahkan ada juga korban seorang tukang gado – gado bernama Sadi asal Kuningan Jawa Barat yang disuruh klik sebuah link oleh seseorang dan ternyata uang atau saldo pada rekeningnya didebet secara otomatis dari rekeningnya.
“Uang saya terdebet sebanyak Rp: 4.500 ribu beruntung saya sgera menelpon Bank BRI untuk sefera memblokir nomor rekening saya jika tidak uang saya habis!” Ungkap Sadi Jum’at 12/04/24.
Penipuan Online Mengatasnamakan Platform digital Marak Terjadi Sasar Masyarakat Awam Teknologi
🎁 Tunggu Sebentar!
Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.
Lihat Sekarang
Masih menurut Rahmah, Serelah bonus pertama masuk rekening saya, admin mengarahkan untuk transfer Rp: 179 ribu like dan klik keranjang sebuah produk dan dalam hitungan 5 menit uang Rp: 179 ribubkembali dan bonus Rp: 55 ribu dengan total uang masuk rekening Rp: 234 ribu, siapa yang tergiur ” ungkap Rahmah 14/04/24.
Lanjut Rahmah, “setelah bonus kedua masuk saya diarahkan lagi untuk transfer Rp: 579 ribu dengan iming – iming bonus ratusan juta, karena penasaran saya pun transfer Rp: 579 ribu dan setelah transfer saya diarahkan ke admin bernama Ervina dari sinilah saya diarahkan untuk mengerjakan misi 1 sperti biasa pilih produk like dan memasukkan produk kedalam keranjang hanya dalam waktu 5 menit admin memberikan sebuah struk bahwa saya mendapatkan bonus Rp: 1.400 ribu namun hanya struk belum masuk rekening” terangnya.
“Disinilah penipuan terjadi, lanjutnya, saya disuruh memilih produk dengan harga beragam ada yang harga Rp: 2.200 ribu, ada juga yang harga Rp: 7.900 ribu dan jika pembayaran atau modal di transfer maka kita akan disuruh melakukan hal yang sama yaitu like dan memasukkan produk kedalam keranjang lalu akan diberi bonus ratusan juta, karena saya curiga maka saya tidak meneruskam transaksi tersebut dan uangku yang sudah masuk Rp: 179 ribu tidak dapat kembali asli penipuan ! Ucapnya kesal.
Atas kejadian ini masyarakat agar berhati – hati terhadap iklan atau orang mengatasnamakan tokopedia, akulaku, bukalapak, playstore dan semua flatform digital yang mengiming – imingi mèmberikan reward atau bonus hanya dengan klik produk – produk tertentu.
Dan pemerintah harus melakukan sebuah upaya pencegahan dengan sungguh – sungguh agar tidak ada lagi korban berikutnya, kejahatan melalui dunia maya ini tak terasa namun nyata ada dan terjadi di tengah – tengah masyarakat Indonesia.
Bahkan ada juga korban seorang tukang gado – gado bernama Sadi asal Kuningan Jawa Barat yang disuruh klik sebuah link oleh seseorang dan ternyata uang atau saldo pada rekeningnya didebet secara otomatis dari rekeningnya.
“Uang saya terdebet sebanyak Rp: 4.500 ribu beruntung saya sgera menelpon Bank BRI untuk sefera memblokir nomor rekening saya jika tidak uang saya habis!” Ungkap Sadi Jum’at 12/04/24.












