Reporter : Lambas
Editor : Wiratno
MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Momentum Peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Bogor pada Jumat (17/7), dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola, pembinaan, serta mendorong kolaborasi koperasi dengan pelaku UMKM agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengatakan bahwa rangkaian peringatan Hari Koperasi di Kabupaten Bogor merupakan bagian dari peringatan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Peringatan Hari Koperasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang menyesuaikan agenda nasional. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi koperasi dan masyarakat,” Ujar Jaro Ade.
Wakil Bupati Bogor pun menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengukuhan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda), pameran produk UMKM, hingga hiburan rakyat berupa pertunjukan wayang golek sebagai bentuk upaya menghadirkan perayaan yang dapat dinikmati masyarakat.
“Koperasi tidak dapat dipisahkan dari UMKM. Oleh karena itu, kami menghadirkan pameran UMKM sekaligus hiburan masyarakat sesuai arahan Bapak Bupati agar momentum Hari Koperasi menjadi ruang kebersamaan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal,” Jelasnya.
Jaro Ade juga menegaskan, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor dalam penguatan ekosistem koperasi.
Pertama, melakukan pembenahan koperasi yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari memastikan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), penguatan kepengurusan, hingga pembinaan terhadap seluruh anggotanya.
“Kami ingin memastikan koperasi di lingkungan pemerintah daerah memiliki tata kelola yang baik, aktif melaksanakan RAT, dan terus berkembang melalui pembinaan yang berkelanjutan,” Katanya.
Kedua, meningkatkan pembinaan terhadap sekitar 800 koperasi yang tersebar di Kabupaten Bogor agar semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi para anggotanya.
“Pemerintah harus hadir mendampingi koperasi-koperasi yang belum melaksanakan RAT maupun yang masih membutuhkan pembinaan sehingga menjadi koperasi yang sehat dan kuat,” Ungkapnya.
Ketiga, Pemkab Bogor berkomitmen mengawal pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbentuk di 416 desa dan 19 kelurahan. Menurutnya, koperasi-koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami akan terus mengawal agar Koperasi Merah Putih berjalan secara bertahap. Yang pembangunannya sudah selesai akan segera diresmikan, sedangkan yang masih berproses akan terus kami dorong, termasuk mencari solusi terkait kebutuhan lahannya,” Tegas Jaro Ade.
Menanggapi pertanyaan mengenai sinergi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaro Ade menegaskan bahwa koperasi harus membangun kolaborasi dengan seluruh potensi ekonomi yang ada.
“Prinsipnya koperasi harus berkolaborasi. Koperasi merupakan bagian dari pergerakan ekonomi dan hubungan antar pelaku usaha (business to business). Persaingan tentu ada, tetapi yang paling penting adalah persaingan yang sehat sehingga mampu mendorong kemajuan Kabupaten Bogor sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia,” Pungkasnya.
