Reporter : Johanes
Editor : Wiratno
MEDIA WARTA NASIONAL | DEPOK ‘ Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok resmi mengukuhkan dr. Karlina, MARS sebagai ketua Kadin Kota Depok yang baru di Musyawarah Kota (Mukota) VI priode 2026-2031, yang digelar di Hotel Margo, Kamis (20/8/26)
Pergantian kepemimpinan itu bukan sekadar seremoni organisasi. Karlina kini menghadapi mandat untuk merapikan konsolidasi internal sekaligus membuktikan Kadin mampu menjalankan peran lebih strategis sebagai mitra pemerintah dan representasi kepentingan dunia usaha.
dr. Karlina mengatakan, kelancaran Mukota menjadi fondasi bagi langkah Kadin ke depan. Ia mengapresiasi panitia, jajaran pengurus demisioner, serta Kadin Jawa Barat yang telah mengawal proses musyawarah hingga berjalan lancar.
“ Alhamdulillah, Mukota VI dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan hasil soliditas panitia, jajaran pengurus demisioner, serta bimbingan dari Kadin Jawa Barat, ” ujar dr. Karlina.
Tahap berikutnya adalah membentuk kepengurusan baru. Tim formatur diberi waktu 30 hari untuk merampungkan struktur organisasi yang selanjutnya dilaporkan kepada Kadin Jawa Barat.
Ia menekankan, komposisi tersebut harus menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha baru untuk membawa gagasan dan energi segar.
“ Dalam 30 hari ke depan, kami akan menuntaskan susunan kepengurusan untuk kemudian dilaporkan kepada Kadin Jabar. Komposisinya akan menggabungkan keterwakilan pengurus sebelumnya dengan pelaku usaha baru, ” katanya.
Kepengurusan baru kemudian menjadi pijakan penyusunan program kerja hingga akhir 2026. Baginya, konsolidasi bukan tujuan akhir, melainkan fondasi agar Kadin bergerak dengan agenda yang jelas, terukur, dan memberi dampak.
“ Setelah kepengurusan terbentuk, kami akan menyusun program kerja prioritas sampai akhir 2026. Program itu harus menjadi pijakan yang jelas bagi langkah Kadin ke depan, ” tuturnya.
Dari sejumlah agenda yang disiapkan, pembangunan Graha Kadin Kota Depok menjadi target utama dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Rencana itu mendapat dukungan Wali Kota Depok yang berkomitmen menyiapkan lahan.
“ Untuk program 100 hari pertama, salah satu fokus kami adalah mewujudkan Graha Kadin Kota Depok. Kami mendapat dukungan Wali Kota yang berkomitmen menyiapkan lahan, ” ucapnya.
Namun, Graha Kadin tidak sekadar diproyeksikan sebagai kantor organisasi. Karlina ingin fasilitas tersebut menjadi simpul layanan, komunikasi, konsolidasi, dan kolaborasi yang mempertemukan dunia usaha, pemerintah, serta pemangku kepentingan ekonomi Kota Depok.
“ Kami berharap dukungan dan sinergi dapat dibangun bersama Kadin Jawa Barat serta seluruh elemen pengusaha di Kota Depok. Graha Kadin harus menjadi rumah bersama dunia usaha, ” ujarnya.
Agenda berikutnya menyasar penguatan UMKM lokal. Kadin diarahkan membuka akses pasar yang lebih luas, memperkuat jejaring usaha, serta menciptakan ruang tumbuh agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas dan naik kelas.
“ Penguatan daya saing UMKM lokal menjadi prioritas. Kadin harus mampu membuka akses dan menciptakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, ” jelas dr. Karlina.
Dua agenda tersebut menjadi ujian awal bagi kepengurusan baru. Dukungan pemerintah memang menjadi modal penting, tetapi keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan Kadin menerjemahkan dukungan itu menjadi kolaborasi dan program yang memiliki target serta dampak terukur.
Karena itu, dr. Karlina menilai Kadin tidak cukup hanya berfungsi sebagai wadah berhimpunnya pengusaha. Organisasi tersebut harus mampu mengambil posisi lebih strategis dalam memperkuat ekosistem usaha, memperluas akses investasi dan pasar, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“ Dukungan Wali Kota merupakan modal penting. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana dukungan itu kami terjemahkan menjadi kolaborasi dan program kerja yang terukur serta memberikan dampak bagi perekonomian Kota Depok, ” pungkasnya.
Menutup pernyataannya, dr. Karlina menegaskan bahwa selama lima tahun kepemimpinannya, keberadaan Kadin tidak akan diukur dari besarnya struktur organisasi, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkan bagi dunia usaha dan perekonomian Kota Depok.
“ Kami ingin Kadin tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya pengusaha, tetapi benar-benar hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha serta perekonomian Kota Depok, ” tutupnya. (J0)
