Bupati Bogor Wujudkan Birokrasi yang Profesional Dan Transparan, Melalui Seleksi Terbuka

Reporter : Lambas

Editor : Wiratno

 

MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus berupaya dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berbasis sistem merit melalui pelaksanaan Wawancara Tahap II Seleksi Terbuka Jabatan Administrator, Pengawas, dan Ketua Tim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Senin (27/7).

⁷ Bogor menyampaikan proses fit and proper test ini menjadi langkah baru dalam pengisian jabatan eselon III dan eselon IV dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, DPRD kab. Bogor, hingga Pemerintah Kabupaten Bogor.

“ Hari ini mungkin menjadi yang pertama, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan fit and proper test untuk pejabat eselon III dan eselon IV. Kita ingin seluruh proses berjalan secara terbuka dan objektif, ” Ujar Rudy.

Pada tahap ini, seleksi dilakukan untuk dua jabatan Sekretaris Dinas, yakni Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang serta Sekretaris Dinas Kebudayaan.

Dari proses pendaftaran yang dibuka selama empat bulan, terdapat ratusan peserta yang mengikuti seleksi hingga menghasilkan lima kandidat terbaik pada masing-masing jabatan.

“ Setelah melalui tahapan seleksi, dari beberapa ratus peserta kita ambil lima besar. Hari ini masing-masing jabatan diuji, sehingga ada 10 peserta yang mengikuti wawancara tahap akhir, ” Jelasnya.

Rudy juga menerangkan, tahapan seleksi sebelumnya dilakukan melalui mekanisme digital bersama tim akademisi ITB Vinus.

Hasil dari seleksi kompetensi kemudian diserahkan untuk mengikuti proses wawancara akhir dengan melibatkan Tim Baperjakat, Sekretaris Daerah, asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan DPRD Kabupaten Bogor.

“ Yang dinilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga integritas, penguasaan materi, serta kompetensi kepemimpinan, ” Katanya.

Selain jabatan administrator dan pengawas, Rudy pun menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tengah melakukan tahapan open bidding untuk enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, meliputi dua jabatan asisten, satu staf ahli, satu kepala perangkat daerah yang akan memasuki masa pensiun, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Menurut Bupati Bogor, keterbukaan dalam proses pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh ASN untuk berkarier berdasarkan kompetensi dan kinerja.

“ Kita ingin seluruh Aparatur Sipil Negara memiliki hak berkarier yang sama. Sistem rekrutmen harus terbuka, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ” Tegasnya.

Rudy menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus melakukan pemetaan kebutuhan aparatur, termasuk pengisian jabatan camat di beberapa wilayah yang masih kosong.

Melalui penerapan sistem merit dan seleksi terbuka ini, Bupati Bogor berharap dapat menghadirkan aparatur yang berintegritas dan mampu memperkuat pelayanan publik demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang semakin maju dan istimewa.