Oleh : Redaksi

 

” Keberadaan bank emok akan kami evaluasi karena sangat meresahkan”

 

MEDIA WARTA NASIONAL | BEKASI ‘ Kepala Desa (Kades) Satria Mekar , Tambun Utara , Bekasi , H. Abdul Rohman , SH., telah resmi dilantik oleh Bupati Bekasi 04/11/2026. 

Sejarah baru Desa Satria Mekar dimulai , dalam serah terima jabatan antara PJ. Desa Satria Mekar Abdul Rachmat dengan Kades terpilih Abdul Rohman terungkap masih ada aset Desa yang belum diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Satria Mekar.

Kepada awak media Abdul Rohman mengatakan , masih ada mobil inventaris Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi yang belum diserahkan , ini tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan saya kedepan” , ungkap Oman , sapaan akrab Abdul Rohman.

” Kendati demikian , sebagai Kades saya akan segera memastikan seluruh aset Desa Satria Mekar kembali ke Desa termasuk tanah aset Desa (TKD) yang ada di Suka Kerta yang hingga saat ini suratnya masih ada di mantan Kades , (Amben) , saya diminta datang kerumahnya ” , jelasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait langkah – langkah apa yang menjadi prioritas dalam pemerintahannya kedepan Oman menegaskan.

Wawancara Awak Media dengan Kades Abdul Rohman (baju batik dan peci hitam)

” Langkah awal adalah transparansi anggaran , saya akan pampang anggaran dana Desa (ADD) di Depan Kantor Desa sehingga publik (masyarakat) tahu , berapa anggaran dana Desa Satria Mekar , ini menjadi modal utama bagi pemerintahan yang saya pimpin karena memimpin itu harus memiliki trust (kepercayaan) dari masyarakat ” , tandasnya Kamis 05/11/2026 di Ruang kerjanya usai serah terima jabatan.

Selain itu Oman juga akan mengevaluasi keberadaan bank emok di Satria Mekar. “Keberadaan bank emok membawa dampak buruk bagi masyarakat kami akan mengevaluasi terkait perizinan mereka”, tuturnya.

Lanjut Oman , saya akan memperjuangkan Desa Satria Mekar dari status Desa Suaka ke Desa Mandiri kendati ini tidaklah mudah , namun saya yakin bisa tercapai mengapa ? Saya punya Abang Kepala Banggar DPRD Bekasi tentu bisa diminta bantuannya untuk membangun Satria Mekar dengan anggaran Pokir (pokok pikiran). Yang mana anggaran pokir setiap Anggota Dewan mencapai Rp : 5 miliar , pungkasnya optimis.

Sementara itu Wakil BPD Satria Mekar Nur Achmad yang akrab disapa Achmad memberi pernyataan tegas terkait tertundanya atau belum dibayarkannnya honor tiga Rukun Tetangga (RT) di Griya Kota dan RT 13 Villa Gading Harapan V (RW 12).

“Saya dipilih oleh Ketua RT dan Ketua RW sebagai BPD untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat termasuk Ketua RT / RW jika ada Ketua RT / RW yang honornya tidak dibayarkan maka saya akan usut dan LPJ tidak akan saya tanda tangani bahkan jika perlu saya laporkan kepada aparat penegak hukum sebagai indikasi adanya korupsi dana Desa ” , tegas Achmad di Ruang BPD Satria Mekar.