Reporter : Lambas
Editor : Wiratno
MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tajurhalang, sekaligus penyusunan RKPDesa Tahun 2027, bukan hanya sekedar acara tahunan belaka, tapi kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas arah pembangunan desa Tajurhalang, melalui usulan dari 7 dusun. Hal ini disampaikan saat Buka Musrenbangdes Tajurhalang, Jumat (2/10) Di Aula Kantor Desa Tajurhalang.
Pada kesempatan tersebut Kepala Desa (Kades) Tajurhalang, Saipudin menjelaskan, Untuk pembangunan tahun 2027 dikedepankan pemerataan pembangunan disetiap wilayah, kita menyadari banyaknya usulan dari semua dusun, dan kita mohon maaf jika tidak bisa diakomodir semua, karena usulan dilihat dari skala prioritas.
“ Intinya, hari ini semua usulan adalah skala prioritas, karena keterbatasan anggaran, ” Jelas Kades.
Kades Tajurhalang juga tak lupa mengucapkan Terimakasih kepada Camat Tajurhalang, Ketua BPD, Tokoh masyarakat, dan semua pihak yang sudah ikut serta dalam roda pemerintahan maupun bidang pembangunan.
Sementara Camat Tajurhalang, Ivan Pambudi menjelaskan bahwa
Perubahan anggaran yang saat ini diterima desa dari bantuan keuangan banyak mengalami pemotongan, otomatis akan mempengaruhi kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan desa.
Seperti pemotongan DD yang hampir 70 persen, bankeu 1,5 miliar dari Pemda kabupaten Bogor untuk infrastruktur, walau jumlahnya naik tapi untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur malah turun seratus juta, semua itu karena adanya peruntukan anggaran untuk kegiatan yang lainya.
Pada kesempatan yang sama Ivan menyinggung terkait buang sampah yang sembarang, hal tersebut menjadi musuh bersama. Ayo dengan kepedulian yang tinggi mari kita cari solusinya.
“ Disini semua pihak dituntut untuk saling memahami, jangan sampai ada pemikiran yang kurang pas terhadap pemerintahan desa, ” Katanya.
Kegiatan juga harus jelas, baik in put maupun out putnya harus jelas dan terarah.
Terkait pembangunan SMAN 2 Tajurhalang Camat berharap mampu mengurangi persoalan yang selama ini diramaikan terkait kuota masuk setiap PPDB.
Ivan juga menyarankan agar usulan yang tahun sebelumnya akan menjadi prioritas, dan biasakan
untuk mengaktifkan wilayah terkait PKT, juga drenaise yang banyak ditutup maupun yang dipersempit untuk lebih diperhatikan lagi bersama-sama.
“ Pengajuan harus sesuai kebutuhan, agar pemakaian anggaran tepat sasaran, serta Pemberdayaan masyarakat juga perlu dalam meningkatkan SDM masyarakat, ” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan