Oleh : Redaksi
MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA ‘ Viral sebuah video (akun tiktok teropongrakyat) Sorang warga mengungkapkan bahwa di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara banyak calo.
“Saat saya mengurus surat tanah disini (BPN red…) saya diarahkan oleh pegawai BPN Jakarta Utara untuk menemui calo padahal harusnya sebagai pegawai Dia (pegawai BPN) harus menjelaskan langkah – langkah mengoperasionalkan aplikasi untuk mengurus surat tanah, eh saya disuruh menemui calo”, ungkapnya dalam video tersebut.
” Terpaksa saya menemui calo yang duduk di kursi dan saya ditanya mau pake jalan tol enggak ? Kalau mau bayar Rp : 9,5 juta, ujar lelaki tersebut”.
“Sebagai masyarakat awam saya jadi bingung, hari gini di zaman yang sudah serba digital masih ada praktik percaloan di pelayanan publik , dan ini pastinya memakan korban banyak dan merugikan masyarakat”, sesalnya.
Saya pikir di BPN Jakarta Utara tidak ada Calon dan profesional dalam melayani masyarakat ternyata disini marak praktik Calo.
Tak hanya praktik percaloan yang marak di BPN Jakarta Utara, pelayanan PTSL pun bermasalah, Hanjah, seorang warga Kampung Sawah RW 11 , Cilincing Jakarta Utara bersama warga lainnya mendatangi BPN Jakarta Utara karena sudah delapan tahun permohonan surat sertifikat melalui program PTSL tak kunjung terbit.
“Pak Presiden Prabowo tolong kami , di BPN Jakarta Utara ini diduga banyak mafia tanah dan pelayanan sangar buruk, sudah delapan tahun permohonan surat sertifikat kami tidak terbit , hari ini (Rabu 07/10/2026) kami datang ke kantor BPN Jakarta Utara guna mengkonfirmasi permohonan surat tanah kami namun kepala Kantor BPN Jakarta Utara menghindar (kabur) tidak mau menemui kami”, ujar Hanjah dalam video yang beredar (akun tiktok Hanjah Simbolon).
“Kami sudah cape , kami dibohongi berkali – kali oleh oknum pejabat BPN Jakarta Utara, pelayanan disini sangat buruk dan merugikan masyarakat oleh karena itu kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo agar memperhatikan Kami dan menindak tegas Kepala BPN Jakarta Utara”, tegas Hanjah.

Tinggalkan Balasan