Bupati Bogor Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih di SDN 05 Lulut

Reporter : Lambas

Editor : Wiratno

 

MEDIA WARTA NASIONAL | BOGOR ‘ Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda SD Negeri 05 Lulut, Klapanunggal, Senin (27/7). Melalui Program Kami Mendengar, Bupati Bogor turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sekolah sekaligus menetapkan langkah-langkah penanganan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Kami Mendengar, yang dilaksanakan setiap hari Senin dengan mendatangi berbagai lokasi untuk mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan persoalan yang dihadapi segera ditindaklanjuti.

Rudy Susmanto menjelaskan, SD Negeri 05 Lulut dipilih karena menjadi salah satu sekolah dengan kondisi infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera. Selain memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah juga menemukan persoalan mendesak berupa keterbatasan air bersih akibat musim kemarau.

” Yang menjadi skala prioritas saat ini adalah ketersediaan air bersih. Sekolah ini hanya memiliki empat toilet, namun seluruhnya tidak dapat digunakan karena tidak ada pasokan air. Ketika semangat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi, sementara infrastruktur pendidikannya masih terbatas, di situlah pemerintah harus hadir dan bergerak cepat, ” Ujar Rudy.

Bupati Bogor juga mengungkapkan, selain mengalami krisis air bersih, sekolah tersebut juga masih menerapkan sistem belajar dua sesi karena keterbatasan ruang kelas. Dengan enam rombongan belajar dan lebih dari 300 siswa, kegiatan belajar mengajar harus dibagi menjadi dua waktu setiap harinya.

Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memulai pengeboran sumur pada pekan depan. Berdasarkan hasil kajian teknis, sumber air berada pada kedalaman sekitar 80 hingga 100 meter sehingga diperlukan pengeboran sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekolah.

” Insyaallah mulai minggu depan kami langsung melakukan pengeboran sumur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Disperkim untuk mempercepat pelaksanaannya, ” Kata Rudy.

Sambil menunggu proses pengeboran selesai, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengerahkan mobil tangki air dan toilet bergerak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Menurut Rudy, kondisi kekeringan tidak hanya dialami SD Negeri 05 Lulut. Sejumlah sekolah dan pondok pesantren di wilayah sekitar juga menghadapi persoalan serupa. Namun, SD Negeri 05 Lulut menjadi lokasi yang diprioritaskan karena pasokan air bersih telah benar-benar habis.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang turut berkontribusi dalam penanganan persoalan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor.

” Melalui Program Kami Mendengar, kami ingin persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti menjadi laporan, tetapi langsung ditindaklanjuti bersama. Ada yang siap membantu pembangunan toilet, ada yang mendukung perluasan lahan, dan ada yang berkontribusi melalui program CSR. Membangun Kabupaten Bogor adalah tanggung jawab bersama, karena kekuatan terbesar kita adalah masyarakat Kabupaten Bogor, ” Pungkas Rudy.