Reporter : Boenga
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | Puskesmas Kecamatan Cipayung ‘ Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, telah diselenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Menjadi Kader Inspiratif di Era Transformasi Kesehatan” yang diikuti oleh kader kesehatan di wilayah Kecamatan Cipayung.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader dalam mendukung transformasi kesehatan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan yang diwakili oleh bapak Beny Haribowo, Bapak Dadang yang mewakili Sudinkes Jakarta Timur, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa kader kesehatan merupakan mitra strategis pemerintah yang berperan penting dalam menyampaikan informasi kesehatan, mendampingi masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai program kesehatan di wilayah Kecamatan Cipayung. Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas kader semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Bapak Dadang, saat memberikan sambutan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Cipayung dr. Agung Dewanto yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Menurutnya, kader memiliki peran besar dalam upaya promotif dan preventif, mulai dari pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh karena itu, kader diharapkan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cipayung saat memberikan sambutan.
Pada sesi inti, Novia Nuraini, SST., MKM & Dr. Yudhia Fratidhina, SKM, M.Kes beserta tim yang terdiri dari Naila Kurnia Ramadhani dan Kayla Putri dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III menjadi motivator dalam kegiatan dengan materi “Menjadi Kader Inspiratif di Era Transformasi Kesehatan.” Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi sistem kesehatan menjadikan peran kader semakin penting sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Transformasi kesehatan bukan menggantikan peran kader, melainkan memperkuat peran kader agar mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Narasumber juga menjelaskan pentingnya penguatan layanan primer melalui Posyandu yang kini melayani seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. Selain itu, kader didorong untuk memanfaatkan teknologi kesehatan, seperti pencatatan digital dan media komunikasi, guna mendukung pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Kader juga diharapkan menjadi sosok yang komunikatif, aktif mendampingi masyarakat, melek teknologi, serta mampu menyampaikan informasi kesehatan yang valid dan terpercaya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, narasumber mengajak kader membangun kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan, memanfaatkan media digital seperti grup WhatsApp sebagai sarana edukasi, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan dan berbagi pengalaman. Melalui langkah tersebut, kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
Novia Nuraini, SST., MKM saat menyampaikan motivasi kepada kader kesehatan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi kader di lapangan menjadi bahan diskusi bersama sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh kader kesehatan semakin termotivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana pesan yang disampaikan pada akhir materi, “Satu tindakan kecil seorang kader bisa menyelamatkan masa depan satu generasi.” Semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
















