Reporter : Ramdhani
Editor : Wiratno
Baca Juga:
MEDIA WARTA NASIONAL | JAKARTA ‘ Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) menyiapkan Liga Nasional Sepak Takraw serta program pelatihan dan sertifikasi wasit berstandar internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga sepak takraw di Tanah Air.
Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Suryanto, A.M., S.Ag., mengatakan, kedua program tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaring atlet potensial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang perwasitan.
âKami terus bergerak mengimplementasikan program kerja, salah satunya menjaring atlet sepak takraw Indonesia melalui liga,â ujar Suryanto saat mengunjungi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, Liga Nasional Sepak Takraw akan digelar dalam lima zona, yakni Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Seri pembuka dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Jawa Timur.
PB PSTI berharap kompetisi tersebut menjadi wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan sekaligus memperluas popularitas olahraga sepak takraw di berbagai daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Suryanto didampingi Sekretaris Jenderal PB PSTI, Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO.
Selain kompetisi nasional, PB PSTI juga akan menggelar pelatihan dan sertifikasi wasit bekerja sama dengan Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) dan International Sepaktakraw Federation (ISTAF).
Program tersebut ditargetkan melibatkan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia, dengan masing-masing daerah mengirimkan tiga peserta.
âKami berharap kerja sama dengan UNJ dapat mendukung penyediaan fasilitas dan sarana pelatihan guna mencetak wasit yang memenuhi standar internasional,â kata Suryanto.
Sementara itu, Presiden ASTAF yang juga Secretary General ISTAF, Datuk Abdul Halim Bin Kader, mengapresiasi langkah yang dilakukan PB PSTI di bawah kepemimpinan Suryanto.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun sistem pembinaan sepak takraw yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
âKami sangat mengapresiasi PB PSTI di bawah pimpinan Pak Suryanto yang telah menunjukkan kerja yang luar biasa. ASTAF dan ISTAF akan selalu mendukung setiap program yang bertujuan memajukan sepak takraw Indonesia,â ujar Abdul Halim.
Ia optimistis penyelenggaraan liga nasional dan pelatihan wasit akan melahirkan atlet-atlet berprestasi serta perangkat pertandingan yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dukungan juga datang dari Dekan FIKK UNJ, Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan atlet, pelatih, wasit, hingga manajemen olahraga.
Melalui penyelenggaraan Liga Nasional Sepak Takraw dan program pelatihan wasit tersebut, PB PSTI berharap dapat memperkuat fondasi pembinaan sepak takraw Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing atlet nasional pada berbagai ajang internasional.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim, Deputy President ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim, serta jajaran pengurus organisasi sepak takraw nasional dan internasional lainnya. (Ramdhani)














